Dikubur Dini Hari, Jasad Gadis PDP Sempat Ditolak Warga karena Orang Bekasi

Agung Sandy Lesmana
Dikubur Dini Hari, Jasad Gadis PDP Sempat Ditolak Warga karena Orang Bekasi
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien corona. (Facebook/Nur Ahmad Syaifuddin/capture)

"Tidak lama tiba dari Bekasi, perempuan itu jatuh sakit panas dan batuk, lalu dibawa ke Rumah Sakit Sayang di Cianjur."

SuaraJabar.id - Seorang gadis berusia 20 tahun asal Kabupaten Bekasi dilaporkan meninggal dunia di di RSUD Sayang Cianjur setelah dinyatakan berstatus pasian dalam pengawasan (PDP) Corona (Covid-19).

Jenazahnya ABG itu sempat ditolak warga sebelum akhirnya atas bantuan polisi dan TNI dimakamkan di Desa Sukasirna, Kecamatan Campakamulya, Sabtu (9/5/2020) sekitar pukul 01.30 WIB

Menurut sumber Ayobandung.com--jaringan Suara.com, sebelum tim RSUD Sayang Cianjur berangkat ke Campaka Mulya, korban ditolak warga setempat karena orang Bekasi.

Tim dari rumah sakit akhirnya berkoordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Sukasirna, dan selang beberapa jam akhirnya berkat bantuan Polisi dan TNI diizinkan untuk dimakamkan.

“Masyarakat akhirnya menerima jenazah PDP Covid-19, kemudian mobil jenazah dari RSUD Sayang berangkat sekitar jam 21.00 WIB, sampai di lokasi sekitar pukul 01.00 dini hari,” tutur seorang tim medis kepada Ayobandung.com, Sabtu.

Salah seorang warga Desa Sukasirna yang meminta identitasnya tidak dicantumkan mengatakan, tidak ada kepastian waktu pasien masuk ke RSUD Sayang Cianjur. Hanya saja, informasi menyebutkan gadis ini hidup sebatang kara.

Di Bekasi dia hidup bersama orang tua angkat, sedangkan di Cianjur itu rumah pamannya di Kecamatan Campaka Mulya. Awal Mei lalu dari Bekasi, korban pergi ke rumah pamannya di Kecamatan Campaka Mulya Kabupaten Cianjur, lalu mengalami demam dan batuk hingga dilarikan ke RSUD Sayang Cianjur.

“Tidak lama tiba dari Bekasi, perempuan itu jatuh sakit panas dan batuk, lalu dibawa ke Rumah Sakit (RSUD) Sayang di Cianjur,” ujar warga yang enggan identitasnya ditulis.

Di RSUD Sayang setelah diperiksa, langsung dibawa ke ruang isolasi. Pada Jumat (8/5/2020) pasien menghembuskan napas terakhir dengan status PDP Covid-19.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas COVID-19 Cianjur, Yusman Faisal tidak banyak komentar saat dikonfirmasi adanya seorang gadis asal Bekasi dengan status PDP Covid-19 yang meninggal.

“Iya betul,” singkatnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS