Angka Kehamilan Naik saat Pandemi, Ridwan Kamil: Harus Diwaspadai

Dany Garjito | Rifan Aditya
Angka Kehamilan Naik saat Pandemi, Ridwan Kamil: Harus Diwaspadai
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam konferensi pers via daring di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (20/5/2020). [Suara.com/Emi La Palau]

Hal tersebut disampaikannya melalui cuitan yang diunggah ke akun Twitter @ridwankamil, Selasa (2/6/2020).

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan angka kehamilan yang mengalami kenaikan selama pandemi virus corona Covid-19 juga patut diwaspadai.

Hal tersebut disampaikannya melalui cuitan yang diunggah ke akun Twitter @ridwankamil, Selasa (2/6/2020).

Ridwan Kamil berpendapat kehamilan memang tidak berdampak langsung pada pandemi ini, tapi tetap harus diwaspadai.

"Dampak tidak langsung pandemi Covid yang harus juga diwaspadai: Negatif covid tapi Positif hamil," tulis Ridwan Kamil, dikutip Suara.com.

Dalam unggahan itu, Ridwan juga menunjukkan gambar tangkapan layar dari artikel tentang kenaikan angka kehamilan di Cirebon dan Tasikmalaya.

Cuitan ini menarik perhatian warganet untuk memberi berbagai komentar.

"Gpp lah pak, daripada positive miskin," komentar @wahyu_dikabul.

"Siap-siap kang,lonjakan poupulasi penduduk kudu diantisipasi dari sekarang," komentar @fayzoke.

"Udah tahu dampak corona teh harus irit. Ini malah bikin anak teterusan, ya atuh jadi sulit," komentar @ninanura11.

"Warga Jabar produkti," komentar dari @HanaNuraini90.

Ridwan Kamil menanggapi kenaikan angka kehamilan di Jawa Barat selama pandemi (Twitter)
Ridwan Kamil menanggapi kenaikan angka kehamilan di Jawa Barat selama pandemi (Twitter)

Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat jumlah sebanyak 3.219 ibu hamil selama pandemi Covid-19 atau sejak Januari-Maret 2020.

Dilaporkan AyoBandung.com -- jaringan Suara.com, Rabu (6/5/2020), Kepala Dinas Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, angka kehamilan di kotanya selama triwulan pertama 2020 cenderung stabil setiap bulannya.

Pada Januari 2020 misalnya tercatat ada 1.111 ibu hamil, Februaru ada 1.106 hamil, dan Maret 1.002 ibu hamil. Totalnya, selama tiga bulan itu ada 3.219 ibu hamil.

Uus menduga pencacatan kontak pertama ibu hamil di Kota Tasikmalaya tak sesuai data asli di lapangan. Artinya, angka di lapangan bisa lebih besar daripada catatan apalagi mengingat layanan posyandu berhenti dna pemeriksaan ibu hamil terkendala selama pandemi.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan ada penurunan 10 persen pengguna kontrasepsi sejak Maret hingga April.

"Data kami menunjukkan ada penurunan 10 persen pengguna kontrasepsi sejak Maret hingga April.. itu berarti 2 hinga 3 juta orang," ujar Hasto seperti dikutip Suara.com dari ABC, Kamis (28/5/2020).

Wardoyo mengatakan, jika 15 persen dari mereka mengalami kehamilan, berarti ada sekitar 300 ribu hingga 450 ribu kehamilan yang tidak direncanakan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS