New Normal Jabar: Masjid Tak Boleh Penuh, Jamaah Wudhu dari Rumah

Pebriansyah Ariefana
New Normal Jabar: Masjid Tak Boleh Penuh, Jamaah Wudhu dari Rumah
Warga beribadah shalat Jumat dengan menerapkan physical distancing di Masjid Agung Al-Barkah, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/5). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ridwan Kamil mengemukakan lima tahap adaptasi normal baru atau yang disebut dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di provinsi itu.

SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB proporsional menuju persiapan new normal Jawa Barat. Ridwan Kamil mengemukakan lima tahap adaptasi normal baru atau yang disebut dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di provinsi itu.

Pergub ini sudah diterapkan di 15 kabupaten/kota mulai 1 Juni 2020. Penggunaan masjid untuk ibadah diatur dalam pergub ini.

Selain mengikuti protokol kesehatan, yakni pengecekan suhu tubuh, mengenakan masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

"Kami mengimbau jamaah untuk membawa perlengkapan shalat dan wudlu dari rumah," kata Ridwan Kamil usai memimpin rapat koordinasi di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Selasa kemarin.

Bagi pengurus masjid hanya diizinkan membuka 50 persen dari kapasitas serta mengajukan izin berupa surat kelaikan operasional dan bebas COVID-19 ke kantor kecamatan setempat.

"Sesuai arahan dari Kementerian Agama, setiap masjid harus mengajukan surat ke kecamatan untuk menanyakan apakah masjidnya masuk kategori yang aman dan layak untuk dibuka ke publik," tutur Ridwan Kamil.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS