Diancam Dibunuh, Begini Cerita 4 Bocah Depok Kabur dari Aksi Penculikan

Bangun Santoso | Muhammad Yasir
Diancam Dibunuh, Begini Cerita 4 Bocah Depok Kabur dari Aksi Penculikan
Ilustrasi penculikan dan penyekapan (Shutterstock).

Empat bocah Depok itu bisa kabur saat penculik membawanya menggunakan angkot bersama empat korban lainnya

SuaraJabar.id - Empat dari delapan bocah korban penculikan di Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, berhasil melarikan diri dengan cara berpura-pura buang air kecil atau kencing. Bocah berumur belasan tahun itu berpura-pura kencing saat pelaku hendak membawanya menggunakan angkot.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriyansyah mengatakan, empat korban tersebut berpura-pura kencing saat pelaku hendak membawanya menggunakan angkot di sekitar flyover Universitas Indonesia.

Korban yang merasa curiga dengan gerak-gerik pelaku itu akhirnya berhasil melarikan diri dan pulang ke rumahnya pada Minggu (28/6/2020) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

"Setelah dibawa kemana-mana sampai di flyover UI empat orang berhasil melarikan diri," kata Azis kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).

Selanjutnya, orang tua korban pun membuat laporan polisi atas dugaan penculikan. Dari laporan polisi dan berbekal keterangan empat korban yang berhasil melarikan diri itu, Azis mengatakan pihaknya pun langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Hingga akhirnya empat bocah lainnya berhasil diselamatkan di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Ada empat anak yang di Pasar Induk Kramat Jati itu berhasil kita selamatkan dan pelakunya yang karena kita agak minim ciri-cirinya saat itu (sebenarnya) ada di sekitar situ juga," ujar Azis.

Menurut Azis, pelaku sempat mengancam akan membunuh korban jika berani melarikan diri. Meski begitu, Azis bersyukur bahwa delapan bocah tersebut semuanya berhasil diselamatkan.

"Kita tindaklanjuti dengan melaksanakan atau melakukan pengecekan apakah dilakukan sesuatu yang tidak baik terhadap anak-anak itu, namun alhamdulillah sampai sekarang masih sebatas dibawa lari saja," ujar Azis.

"Tentu tetap kita jaga hak-hak dari anak tersebut dan kita kejar pelakunya supaya tidak muncul calon-calon korban berikutnya," katanya menambahkan.

Sebelumnya, delapan bocah berusia belasan tahun menjadi korban penculikan. Peristiwa penculikan tersebut terjadi di parkiran Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, pada Sabtu, 27 Juni 2020 sekira pukul 20.00 WIB. Pelaku mengiming-imingi korbannya dengan modus mengajak turnamen game online.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS