Berenang, Olahraga Paling Tepat untuk Penderita Asma

Penderita asma tetap harus berolahraga, selama aktivitas fisik tersebut tidak memicu serangan asma.

Vania Rossa | Lilis Varwati
Kamis, 09 Juli 2020 | 20:05 WIB
Berenang, Olahraga Paling Tepat untuk Penderita Asma
Ilustrasi berenang, salah satu olahraga yang cocok untuk penderita asma. (Shutterstock)

SuaraJabar.id - Selama ini, penderita asma cenderung menghindari aktivitas fisik yang berat, termasuk olahraga, karena khawatir dapat memicu serangan asma. Padahal, penderita asma tetap memerlukan olahraga. Tapi, tentu saja jenis olahraga yang dilakukan harus dipilih yang paling tepat, agar tak membuat sesak napas atau memicu serangan asma.

Lalu, apa jenis olahraga yang paling tepat untuk penderita asma?

Dikatakan oleh dokter spesialis Patoligi Klinik dari Eka Hospital, dr. Dicky Soehardiman, Sp.P(K), olahraga yang paling dianjurkan untuk penderita asma adalah berupa latihan pernapasan

"Kalau di jurnal atau buku-buku olahraga untuk penderita asma adalah olahraga pernapasan. Nomor satu adalah berenang, kemudian yang dianjurkan yang lain jalan, bersepeda," kata Dicky dalam webinar 'Mengendalikan Asma di Era New Normal', Kamis (9/7/2020).

Baca Juga:Studi: Risiko Asma dan Alergi Lebih Tinggi pada Remaja yang Suka Begadang

Ia menjelaskan bahwa berenang bisa memperkuat otot bantu napas. Sehingga apabila dilakukan rutin, pasien bisa lebih kuat dan jarang mengalami kambuh asma.

Menurut Dicky, olahraga harus dilakukan rutin dan berulang minimal tiga kali dalam seminggu. Menentukan intensitas olahraga bisa dengan disesuaikan target denyut nadi latihan.

"Cara hitungnya 220 dikurangi umur dikali target latihan. Sekarang target latihan kita apa, misal 70 persen atau 80 persen atau 60 persen denyut nadi maksimal. Itu yang kita pasang. Kita harus target denyut nadi segitu tidak boleh lebih," ucapnya.

Target denyut nadi itu yang akan menentukan durasi latihan. Dicky mengatakan, olahraga selama 30 menit sampai satu jam juga sudah cukup untuk dilakukan sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Sementara itu, lanjut Dicky, khusus pasien yang dikategorikan exercise induced asthma (EIA) tidak dianjurkan melakukan olahraga berat karena bisa menyebabkan kekambuhan. Selain pasien dengan kategori EIA, Dicky menyampaikan, tidak ada olahraga apapun yang tidak boleh dilakukan penderita asma.

Baca Juga:Sering Dialami Bumil, Waspada Sesak Napas Akibat Asma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak