KSAD Jendral Andika Ungkap Kronologi Penyebaran Corona di Secapa AD

Penyebaran virus corona di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat, Bandung menjadi salah satu klaster tertinggi di Jawa Barat.

Bimo Aria Fundrika
Sabtu, 11 Juli 2020 | 19:30 WIB
KSAD Jendral Andika Ungkap Kronologi Penyebaran Corona di Secapa AD
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Andika Perkasa. [Suara.com/Putu Ayu P]

SuaraJabar.id - Penyebaran virus corona di Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat, Bandung menjadi salah satu klaster tertinggi di Jawa Barat. 

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa dalam konferensi pers yang dilakukan di Markas Komando , Daerah Militer III/Siliwangi, Bandung, Sabtu (11/7/2020), mengungkap, bahwa kasus itu bermula dari dua siswa perwira melakukan pengobatan di rumah sakit Dustira dengan keluhan satu siswa sakit bisul dan satunya tulang belakang.

Rapid test virus corona. (Antara)
Ilustrasi test virus corona. (Antara)

Andika mengungkapkan tepatnya dua pekan lalu pihaknya mendapat laporan pertama dari komandan Secapa AD, diawali dari ketidaksengajaan, ada dua prajurit atau perwira siswa yang berobat ke rumah sakit Dustira, yang merupakan rumah sakit angkatan darat (RSAD) terbesar di Jabar.

“Yang satu keluhan karena bisul, berarti demam karena adanya infeksi dan satu lagi masalah tulang belakang. Tapi ternyata mereka di swab dan positif,” ungkap Andika.

Baca Juga:Secapa TNI AD Jadi Klaster Baru Corona, Prabowo Minta TNI Gelar Tes Swab

Ketika mendapat laporan pihaknya langsung mengirimkan alat rapid tes sebanyak 1.250 disesuaikan dengan jumlah siswa perwira dan juga staf.

“nah hari itu juga Sabtu yang lalu saya dilaporkan kemudian saya bantu alat rapid test, kita kirim dari Jakarta sejumlah 1.250 karena jumlah siswa Secapa saat itu dan sampai saat ini adalah 1.198 tapi karena pertimbangan ada para pelatih yang hari-hari berinteraksi dengan mereka, maka akhirnya kami kirim 1.400,” katanya.

Akhirnya di rapid test kemudian hasil rapid test itu ternyata ada 187 yang reaktif dari situ, pihaknya kata Andika langsung mengambil tindakan melakukan swab tes untuk meyakinkan. Dari hasil swab tes kemudian ditemukan sejumlah kasus lainnya.

“Kita lakukan swab saya kirim VTM kepada Kakesdam, VTM itu adalah alat untuk swab ya. Nah saya kirim kemudian dilakukan swab, dilakukan tes di laboratorium PCR dari situlah akhirnya ditemukan,” katanya.  

Kontributor : Emi La Palau

Baca Juga:Pemkot Bandung Klaim Penambahan Kasus Secapa AD Tak Pengaruhi Status Zona

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini