Geger! Ibu Muda di Tasik Hamil Hanya 1 Jam Lalu Melahirkan, Ini Kata Dokter

Rizki Nurmansyah
Geger! Ibu Muda di Tasik Hamil Hanya 1 Jam Lalu Melahirkan, Ini Kata Dokter
Ilustrasi melahirkan (Pixabay/9092)

Heni Nuraeni, ibu muda di Tasikmalaya, masih kaget dan tak percaya baru saja melahirkan anak lewat proses kehamilan 'kilat'

SuaraJabar.id - Seorang ibu muda di Tasikmalaya, Jawa Barat, mendadak viral di media sosial. Wanita bernama Heni Nuraeni itu membuat geger setelah proses kehamilan hingga melahirkan bayi hanya terjadi terjadi dalam tempo satu jam.

Heni menuturkan awalnya merasakan perut membesar dan ada gerakan-gerakan aneh mirip seperti orang mengandung pada, Sabtu (18/7/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

Warga Kampung Mandalasari, Kecamatan Puspahiang itu lantas memberitahu sang suami, Heri (35). Seiring berjalannya waktu, Heni mengaku merasakan mules yang semakin bertambah.

Tak tegas melihat istri kesakitan, Heri berinisiatif memanggil paraji atua dukun beranak di yang berada di dekat kediamannya.

Berselang satu jam, Heni pun melahirkan anak laki-laki yang normal dengan bobot 3,4 kilogram.

"Padahal saya dalam kondisi haid, waktu itu meraskan mules di perut, terus perut juga agak keras dan ada gerakan-gerakan begitu. Karena tambah mules, suami, dan keluarga langsung memanggil paraji," kata Heni.

Hingga saat ini, Heni masih kaget dan tidak percaya baru saja melahirkan anak lewat proses kehamilan 'kilat'.

Pasalnya, setiap bulan ia mengalami menstruasi secara rutin dan lancar. Meski begitu, Heni mengaku bersyukur atas kelahiran putranya itu.

"Tidak ada merasa ngidam, atau merasakan hamil sebelumnya seperti anak saya yang dua. Saya juga masih kaget ini, karena haid tetap lancar tiap bulan. Tapi Alhamdulilah saya dikasih kepercayaan," ucap Heni.

Kejadian proses kehamilan dan melahirkan Heni pun sontak menjadi viral di media sosial setelah akun Facebook Taofik Romdoni mem-posting kondisi bayi.

Dalam unggahannya itu, Taofik menulis informasi telah lahir bayi laki-laki dengan proses kehamilan hanya satu jam bukan sembilan bulan.

Bahkan, ibu bayi diakui tengah dalam keadaan menstruasi.

"Subhanalloh Walhamdulillah Walaailaaha Illlalloh Walloohu Akbar. Inilah tanda-tanda kebesaran Alloh SWT. Dmn Alloh telah menganugerahkan seorang bayi laki-laki kepada sepasang suami istri dengan proses kehamilan hanya satu jam tidak dalam waktu sembilan bulan. Bahkan melahirkannya pun dalam keadaan menstruasi. Semoga menjadi anak yang soleh dan beriman. Aamiin Wallohu'alam," tulis Taufik Romdoni.

Cryptic Pregnancy

Sementara itu, Dokter Kebidanan dan Penyakit Kandungan Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama, Asep Taslim mengatakan, kasus seperti ini bukan hal aneh baginya.

Menurutnya, kemungkinan terjadinya kasus seperti ini memang dalam skala 400 berbanding 1 kasus kejadian.

Dari sudut pandang ilmu kedokteran kandungan, kata dia, memang proses kehamilan membutuhkan waktu sekitar 9 bulan, yang diawali dari bertemunya sperma dengan indung telur.

"Proses kehamilan itu kan dimulai dari proses bertemunya sperma dengan indung telur. Proses menghadirkan segumpal darah dan daging sampai dihembuskan detak jantung pertama 6 minggu, jadi tidak mungkin dalam rentan waktu 1 jam hamil dan melahirkan," ucap Asep dikutip dari AyoBandung—jaringan Suara.com—Senin (20/7/2020)

Pada kasus yang dialami ibu muda Heni Nuraeni, kata Asep, karena tidak menyadari hamil, dalam dunia medis disebut Cryptic Pregnancy.

Cryptic Pregnancy terjadi pada seorang perempuan hamil, tapi tidak menyadari kehamilannya karena gejala kehamilan yang sangat halus.

"Bisa saja karena ketidaksiapan secara psikologis, si ibu tidak menyadari bahwa dirinya hamil. Di sini juga banyak kasus yang seperti itu, saat kontrol tahunya sudah usia kandungan 9 bulan dan siap melahirkan," ucap Asep.

Sementara untuk gerakan dan gejala kehamilan, lanjut Asep, dimungkinkan tidak terasa adanya gerakan-gerakan bayi di dalam kandungan.

Kondisi itu, bisa dipengaruhi oleh faktor berat badan ibu yang berlebihan.

"Kenapa tidak ada mual, muntah atau bertambahnya bentuk perut, kemungkinan karena berat badan si ibunya berlebih jadi tidak terjadi gejala semacam orang hamil lainnya," papar Asep.

Bukan Menstruasi

Sementara terkait proses menstruasi yang diyakini Heni selalu terjadi tiap bulan, Asep memperkirakan, darah yang keluar tiap bulan yang dialami Heni bukan menstruasi.

Karena saat kehamilan tidak semuanya berjalan lancar, artinya ada kasus di mana terjadinya pendarahan saat kehamilan yang itu berbeda-beda sesuai dengan status kehamilan.

"Selama hamil, menstruasi itu berhenti. Kalaupun ada darah, itu bukan darah menstruasi. Karena saat kehamilan, ada juga pendarahan dan itu tergantung dari usia kehamilannya," ujar Asep.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS