Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dramatis, Kisah Kakak Beradik Selamatkan Diri dari Banjir Bandang Sukabumi

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 23 September 2020 | 15:46 WIB

Dramatis, Kisah Kakak Beradik Selamatkan Diri dari Banjir Bandang Sukabumi
Tangkapan layar rekaman video warga memperlihatkan Egha Gusliandi dan adiknya selamat dari kepungan banjir bandang Kampung Cibuntu Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020) lalu. | Sumber Foto: Istimewa

Egha Gusliandi (27 tahun) warga Kampung Cibuntu. Ia adalah satu dari sekian banyak warga yang berjibaku saat banjir bandang dengan ganas melanda kampungnya.

SuaraJabar.id - Banjir bandang menimpa Kampung Cibuntu Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020) lalu. Kejadian yang akan dikenang oleh korban yang terdampak serta dua warga Cibuntu yang berhasil menyelamatkan diri dari derasnya arus banjir bandang.

Adalah Egha Gusliandi (27 tahun) warga Kampung Cibuntu. Ia adalah satu dari sekian banyak warga yang berjibaku saat banjir bandang dengan ganas melanda kampungnya.

Ketika itu, Egha dan adiknya Rizky Gusliadi Rahayu (9 tahun) sempat terseret air bah sampai 30 meter. Ia baru berhenti, terdampar di pematang sawah yang sudah tergerus banjir.

Diwawancarai langsung sukabumiupdate.com-jaringan Suara.com, Rabu (23/9/2020), Egha tanpa segan menceritakan bagaimana ia dan adiknya berhasil selamat dari kepungan banjir bandang.

Egha Gusliandi (27 tahun) dan adiknya (Rizky Gusliadi Rahayu (7 tahun), warga yang berhasil selamat usai digulung banjir bandang Kampung Cibuntu Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020) lalu. Keduanya tengah mendapat perawatan medis. | Foto: Syahrul Himawan
Egha Gusliandi (27 tahun) dan adiknya (Rizky Gusliadi Rahayu (7 tahun), warga yang berhasil selamat usai digulung banjir bandang Kampung Cibuntu Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020) lalu. Keduanya tengah mendapat perawatan medis. | Foto: Syahrul Himawan

Saat itu sekitar pukul 16.00 WIB saya tertidur. Adik saya membangunkan karena melihat air mulai menggenangi rumah setinggi mata kaki. Saya bangun dan melihat rumah sudah dikepung air yang arusnya kencang. Saya langsung bawa adik saya ke luar rumah dan air itu semakin kencang," kata Egha.

Arus air yang semakin besar membuatnya memutuskan menerjang banjir untuk menyelamatkan diri dengan keluar rumah secara perlahan-lahan kemudian menyusuri dinding rumah yang berjejer.

"Tapi begitu coba keluar, badan saya dan adik saya enggak bisa nahan arus air dan terbawa ke area persawahan. Untung terbuang ke arus yang enggak terlalu kencang, dan kemudian tertahan pohon kelapa," tuturnya.

Setelah tertahan, ia mencoba melihat sekeliling dan sekitarnya terdapat batu yang berdiameter cukup besar. Ia dan adiknya itu lalu menyelamatkan diri di batu tersebut hingga akhirnya selamat. "Tetangga juga mulai membantu saat air mulai berangsur surut," katanya.

Akibat kejadian itu ia mengalami luka memar dan robek di sekujur tubuhnya. Egha dan adiknya juga sempat mendapat penanganan medis di salah satu rumah sakit swasta yang berada di Kecamatan Cicurug. "Alhamdulillah kondisi saya dan adik membaik. Namun saya harus terus dirawat karena luka robek," tandas Egha.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait