alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Masuk Zona Merah, Wali Kota Cirebon Turun ke Jalan

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 24 September 2020 | 18:28 WIB

Masuk Zona Merah, Wali Kota Cirebon Turun ke Jalan
Wali Kota Cirebon beserta unsur Muspida keliling Kota Cirebon, lakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat (foto : Abdul Rohman/ Suarajabar.id

Dengan berbekal alat peraga kampanye protokol kesehatan, Wali Kota Cirebon berjalan dari balai kota menuju beberapa titik keramaian.

SuaraJabar.id - Wali Kota Cirebon, Nahsrudin Azis merespons status zona merah Covid-19 yang kini disandang kota yang ia pimpin. Nahsrudin Azis turun langsung ke titik-titik keramaian untuk memastikan warganya menjalankan protokol kesehatan dengan benar.

Dengan berbekal alat peraga kampanye protokol kesehatan, Wali Kota Cirebon berjalan dari balai kota menuju beberapa titik keramaian. Setiap menemui keramaian, ia berhenti untuk melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan.

"Hari ini, kami melakukan sebuah kegiatan aksi moral dalam upaya menekan laju penularan Covid-19 di Kota Cirebon, mengingat jumlah penderita Covid-19 semakin tinggi," kata Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis disela sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat, Kamis (24/09/2020) sore.

Saat ini di wilayah Kota Cirebon lanjut Azis, pandemi Covid-19 sudah mulai masuk kepada klaster rumah tangga. Sehingga hal ini menjadi bahaya besar bagi masyarakat Kota Cirebon.

"Kami sangat prihatin, Covid-19 sudah masuk ke klaster-klaster rumah tangga. Dan kemarin kami terima kabar ada satu keluarga di wilayah Kejawanan, Kelurahan Pegambiran terpapar Covid-19," katanya.

"Apa yang kita lakukan ini merupakan curahan suara hati pemerintah yang menyayangi masyarakat Kota Cirebon, agar tidak terpapar Covid-19," katanya.

Saat ditanya apakah pihaknya akan memberlakukan pembatasan jam malam, Azis menjawab pihaknya belum bisa melaksanakan kebijakan tersebut.

"Kalau untuk memberlakukan pembatasan jam malam belum bisa kami terapkan," katanya.

Kota Cirebon memiliki 5 Kecamatan dan 22 kelurahan, dan seluruhnya masuk dalam zona merah.

"Kota Cirebon ini, termasuk pusat ekonomi yang padat di wilayah Cirebon, sehingga potensinya sangat besar untuk penyebaran Covid-19," katanya. (Abdul Rohman)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait