facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

KPK Kembali Panggil 5 Saksi Kasus Korupsi RTH Kota Bandung

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 30 September 2020 | 13:59 WIB

KPK Kembali Panggil 5 Saksi Kasus Korupsi RTH Kota Bandung
Gedung KPK merah putih di Jakarta. (Antara)

Mereka yang dipanggil, yaitu dua ibu rumah tangga Novia Betesda Siahaan dan Amanda Ayudhia, Diki Afandi dan Hasbullah dari unsur swasta, dan PNS Kota Bandung, Irman.

SuaraJabar.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, memanggil lima saksi dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2012 dan 2013.

"Lima saksi itu dijadwalkan diperiksa untuk tersangka wiraswasta Dadang Suganda (DS)," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 30/9/2020).

Kelimanya, kata Ali Fikri, dipanggil saksi untuk tersangka DS.

Mereka yang dipanggil, yaitu dua ibu rumah tangga Novia Betesda Siahaan dan Amanda Ayudhia, Diki Afandi dan Hasbullah dari unsur swasta, dan PNS Bagian Pemerintahan Setda Kota Bandung Irman.

Baca Juga: Febri Diansyah Mundur dari KPK, Ini Reaksi Novel Baswedan

Dadang telah diumumkan sebagai tersangka pada tanggal 21 November 2019.

Dalam pengadaan tanah terkait dengan RTH tersebut, Pemkot Bandung tidak membeli langsung dari pemilik tanah, tetapi diduga menggunakan makelar, yaitu anggota DPRD Kota Bandung periode 2009—2014 Kadar Slamet dan Dadang Suganda.

Pengadaan dengan perantara Dadang dilakukan melalui kedekatannya dengan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi.

Edi telah divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim dalam terkait dengan penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemkot Bandung.

Edi Siswadi memerintahkan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung saat itu Herry Nurhayat untuk membantu Dadang Suganda dalam pengadaan tanah tersebut.

Baca Juga: KPK Tahan Eks Kadis PUPR Lamsel, Pengembangan Kasus Adik Ketua PAN

Dadang lantas melakukan pembelian tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari NJOP setempat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait