"Dan sebagai upaya untuk menolak segala jenis musibah," katanya.
Sementara itu, lanjut Ratu Arimbi, bahwa tradisi ini sudah ada sejak jaman para wali. Kegiatan sedekah yang dilakukan keraton ini, untuk mensucikan harta dan memberikan kehidupan bagi warga di lingkungan Keraton.
"Tradisi Rabu terakhir bulan safar ini, kami maknai sebagai tolak bala agar terhindar dari bahaya," katanya.
Dijelaskan Ratu Arimbi, tradisi tawurji ini merupakan ajakan terhadap orang yang mampu untuk menyisihkan hartanya atau bersedekah kepada orang orang yang kurang mampu.
Baca Juga:Amalan Rebo Wekasan, Ini Tata Cara Shalat Tolak Bala dan Doanya
"Pada intinya, tradisi ini mengajak kepada orang yang mampu untuk bersedekah kepada warga yang kurang mampu," katanya.
Kontributor : Abdul Rohman