Sukabumi Selatan Gempa Lagi, Ini Penjelasan BMKG

"Sedang tiduran di kursi, kaget merasakan getaran dan langsung keluar rumah," ujar Yeni (29 tahun) warga Nangkawangi.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 22 Oktober 2020 | 11:30 WIB
Sukabumi Selatan Gempa Lagi, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi. Seorang pegawai BMKG menunjukkan bagan prediksi di Kantor BMKG, Jakarta, Selasa (14/1/2020). (ANTARA/Katriana)

SuaraJabar.id - Masyarakat di Selatan Sukabumi merasakan gempa, Kamis (22/10/2020) pagi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, gempa tersebut merupakan gempa tektonik dengan kekuatan 4.4 magnitudo.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, episenter gempa yang berada di titik koordinat 6.98 LS-106.32 BT, tepatnya di darat pada jarak 9 kilometer Tenggara Bayah-Banten dengan kedalaman 10 kilometer itu merupakan gempa tektonik.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.

Daryono berujar, dampak gempa yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa tersebut dirasakan dalam Skala Intensitas III Modified Mercally Intensity (MMI), dengan guncangan seperti truk lewat di Palabuhanatu, Sukabumi, Bayah, dan Cikembar.

Baca Juga:Ada yang Sebesar Telapak Tangan, Ini Harga Gigi Hiu Megalodon di Sukabumi

"Beberapa warga sempat berlarian ke luar rumah saking terkejut akibat adanya guncangan yang terjadi secara tiba-tiba," ujarnya. "Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak guncangan gempa tersebut. Hingga pukul 07.17 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock)," pungkas Daryono.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di wilayah Selatan Sukabumi merasakan getaran gempa pada Kamis (22/10/2020) pagi. Bahkan warga yang berada di daerah Pajampangan menyebut getaran gempa tersebut dirasakan cukup besar.

"Sedang tiduran di kursi, kaget merasakan getaran dan langsung keluar rumah," ujar Yeni (29 tahun) warga Nangkawangi, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap kepada sukabumiupdate.com.

"Ya kaget, lumayan besar namun tidak lama," tambahnya.

Baca Juga:Buruh Perempuan Sukabumi Ditemukan Tewas dengan Luka Sayat di Tangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak