Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Terlalu Posesif, Sutarman Habisi Istrinya yang Tengah Hamil Besar

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:30 WIB

Terlalu Posesif, Sutarman Habisi Istrinya yang Tengah Hamil Besar
Ekspose kasus pembunuhan ibu hamil tua di Mapolrestabes Bandung, Jumat (23/10/2020). [Cesar Yudistira/Suarajabar.id]

Namun rasa tega itu kalah dengan emosi yang ia rasakan. Emosi yang menurut pengakuannya dipicu oleh rasa cemburu buta istrinya yang terlalu berlebihan.

SuaraJabar.id - Sutarman (47), pelaku pembunuhan terhadap istrinya, Yeti (34) yang tengah mengandung tujuh bulan mengaku kesal karena istrinya bersikap posesif kepadanya.

Hampir tak terlihat ada rasa penyesalan di mata Sutarman. Padahal, kedua lengannya sudah dirantai borgol dan tubuhnya memakai baju tahanan Polresta Bandung.

Ancaman pidana yang ia hadapi pun tak main-main. Ia dapat terjerat pasal 338 tentang pembunuhan, dan atau pasal 365 tentang pencurian disertai kekerasan dengan hukuman di atas lima tahun.

Di hadapan petugas, Sutarman mengaku sebenarnya ia tak tega menghabisi nyawa istrinya. Apalagi, sang istri tengah mengandung buah hati mereka.

Namun rasa tega itu kalah dengan emosi yang ia rasakan. Emosi yang menurut pengakuannya dipicu oleh rasa cemburu buta istrinya yang terlalu berlebihan.

Suratman mengaku kerap dituding menjalin hubungan dengan perempuan lain. Namun ia mengaku, tudingan itu tidak benar.

"Kalau dibilang tega, secara akal sehat sih ya ga tega, tapi karena emosi tadi itu, dia selalu cemburuan sama saya, selalu berprasangka jelek sama saya, selalu nuduh sama saya, nuduh main perempuan, padahal gak ada pak," singkat Sutarman di Mapolrestabes Bandung, Jumat (23/10/2020).

Puncak dari rasa kesalnya adalah ketika korban meminta Sutarman untuk memperlihatkan isi handphonenya pada Jumat (16/10/2020) malam. Keduanya terlibat cekcok berat.

Suparman yang tengah emosi kemudian mengakhiri hidup istri dan buah hati yang tengah dikandung korban.

Pada saat kejadian, tetangga korban sempat mendengar suara teriakan dari kamar kontrakan korban. Mereka sempat curiga. Namun baru mendatangi kamar kontrakan korban untuk mengecek kondisi korban pada keesokan harinya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait