Laju Pertumbuhan Covid-19 Tinggi, Kota Bandung Perlu Berlakukan PSBB?

Tingkat keterisian atau okupansi rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung pun terus meningkat.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 25 November 2020 | 16:48 WIB
Laju Pertumbuhan Covid-19 Tinggi, Kota Bandung Perlu Berlakukan PSBB?
Polisi bersama personel Satpol PP menutup Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (18/9/2020). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

"Kalau mau PSBB juga bisa, dan lebih cepat lebih baik. Seperti strategi DKI Jakarta yang menarik rem darurat. Pelonggaran dan pengetatan dilakukan secara berulang," ungkapnya.

Ia menyebutkan, PSBB bisa menjadi opsi mengingat sumber penularan Covid-19 di Kota Bandung masih tergolong tinggi. Sehingga, masih banyak orang yang rentan terpapar Covid-19.

"Selama masih ada sumber penularan dan banyak orang yang rentan, maka kita masih berada di bawah ancaman ledakan kasus," paparnya.

Panji mengatakan, bila PSBB akan dilaksanakan, sebaiknya kebijakan tersebut diterapkan selama dua kali masa inkubasi yakni 28 hari, alih-alih hanya 14 hari sebagaimana yang sebelumnya dilaksanakan. Durasi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan PSBB agar kasus dapat ditekan sangat tergantung dari kapan kebijakan tersebut diambil.

Baca Juga:Ada 40 Kasus Covid-19 per Hari, Bima Arya Minta Dinkes Siapkan RS Darurat

"Tergantung secepat apa kita melakukan PSBB. Kalau mau PSBB, keputusan harus cepat, jangan terlambat, sehingga dampaknya dapat lebih cepat dicapai," ungkapnya.

Ia mengatakan, bila pemerintah tidak melakukan penyesuakan kebijakan untuk mengontol kasus Covid-19, maka peningkatan kasus adalah sebuah keniscayaan.

"Yang jelas kalau kondisi sekarang dipertahankan, maka saya yakin peningkatan kasus akan terus terjadi. Kecuali kalau semua sudah sakit," ungkapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak