alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mesti Tahu, Ini Beda Gejala Serangan Jantung dan Serangan Panik

Bimo Aria Fundrika Rabu, 02 Desember 2020 | 19:55 WIB

Mesti Tahu, Ini Beda Gejala Serangan Jantung dan Serangan Panik
Serangan jantung (Pixabay/Pexels)

Stres dan kecemasan yang berlebihan adalah penyebab utama serangan panik, yang juga dapat menyebabkan serangan jantung. Lantas, apa bedanya?

SuaraJabar.id - Serangan jantung dan serangan pnaik seringkali sulit dikenali karena gejala keduanya yang mirip. Padahal mengetahui gejala penyakit tersebut, terutama serangan jantung bisa menyelamatkan nyawa. 

Hal yang tidak banyak diketahui, stres dan kecemasan yang berlebihan adalah penyebab utama serangan panik. Kondisi itu pada akhirnya juga dapat menyebabkan serangan jantung. Lantas, apa bedanya?

Dilansir dari Times of India, serangan jantung terjadi ketika arteri koroner yang memasok darah dan oksigen ke jantung tersumbat atau terhalang. Ini membatasi aliran darah dan oksigen ke otot jantung.

Beberapa serangan jantung terjadi seketika dan bisa berakibat fatal, sementara yang lain merupakan kejadian kecil yang berfungsi sebagai tanda peringatan untuk melakukan perubahan yang diperlukan dalam gaya hidup dan diet.

Baca Juga: Masih Salah Kaprah, Ketahui Bedanya Serangan Jantung dengan Henti Jantung

Ilustrasi lelaki minder [shutterstock]
Ilustrasi panik [shutterstock]

Tanda-tanda khas serangan jantung meliputi:

  • Ketidaknyamanan dada
  • Berat di dada
  • Gangguan pencernaan
  • Sesak napas
  • Palpitasi
  • Mual atau keringat dingin
  • Sakit kepala ringan
  • Pucat di wajah
  • Nyeri di tubuh bagian atas, terutama di salah satu atau kedua lengan, leher, punggung, rahang, atau perut

Meskipun nyeri di dada atau lengan adalah tanda umum serangan jantung, hal itu tidak selalu dialami. Perempuan lebih tidak mungkin mengalami nyeri dada dan mungkin menunjukkan tanda-tanda lain seperti kelelahan atau ketidaknyamanan tubuh bagian atas.


Sementara itu, stres yang berlebihan, kecemasan, dan ketakutan intens yang mencapai puncaknya dalam hitungan menit adalah beberapa alasan di balik serangan panik tersebut.

Seseorang bisa mendapatkan serangan panik karena kejadian yang membuat stres di rumah atau sebelum presentasi di tempat kerja. Namun, dalam beberapa kasus, tidak ada tanda-tanda serangan panik yang terlihat. Tanda paling umum serangan panik meliputi:

  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar kencang
  • Berkeringat
  • Takut mati
  • Pusing
  • Mual
  • Panas dingin
  • Mati rasa atau kesemutan

Orang-orang berusia 20 dan 30-an lebih cenderung menderita serangan panik. Jika Anda mengalami gangguan panik maka episodenya bisa lebih sering. Serangan panik jika dikenali bisa dikendalikan dengan latihan pernapasan dalam, olahraga ringan dan meditasi.

Baca Juga: Suporter Sepakbola di Solo Kenang Diego Maradona

Untuk orang yang menderita gangguan panik, antidepresan yang diresepkan dan obat lain dapat mengurangi intensitasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait