facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Suara Atep Jeblok di Pilkada Kabupaten Bandung, Ini Kata Pengamat

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 11 Desember 2020 | 11:45 WIB

Suara Atep Jeblok di Pilkada Kabupaten Bandung, Ini Kata Pengamat
Atep dan Sahrul Gunawan. [Tangkapan layar Instagram Atep]

Pertama, warga Kabupaten Bandung ragu atas kapasitas Yena Iskandar dan Atep Rizal. Keduanya tidak memiliki jam terbang dalam politik, katanya.

SuaraJabar.id - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor urut 2 Yena Iskandar Masoem dan Atep Rizal tak mampu berbicara banyak di Pilkada Kabupaten Bandung 2020.

Berdasarkan quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Yena-Atep hanya mampu meraih 12,8% suara.

Perolehan suaranya kalah jauh dari pasangan nomor urut 3 Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan yang memperoleh 56,4% suara dan pasangan nomor urut 1 Kurnia Agustina dan Usman Sayogi dengan 30,8% suara.

Padahal jauh hari sebelum hari pencoblosan, pasangan ini digadang-gadang bakal meraup suara banyak karena memiliki modal politik yang baik.

Baca Juga: Dadang-Sahrul Gunawan Unggul Sementara Versi Hitung Cepat KPU

Keduanya diusung oleh PDI Perjuangan. Atep pun memiliki modal popularitas karena pernah menjadi penggawa klub kesayangan warga Kabupaten Bandung, Persib Bandung.

Modal politik Yena pun kuat. Ia merupakan puteri dari Nanang Iskandar Ma'soem yang dikenal memiliki pengaruh kuat di Kabupaten Bandung, terutama di kawasan Bandung Timur.

KPU memang belum secara resmi mengumumkan siapa pemenang Pilkada Kabupaten Bandung. Rencananya KPU Kabupaten Bandung baru akan mengumumkan pemenangnya 15-16 Desember 2020. Namun hasil quick count bisa dijadikan gambaran hasil akhir yang akan dirilis KPU kelak.

Pengamat politik dari UIN Bandung dan dosen Unikom, Dr. H. Mahi Hikmat, M.Si. ketika dihubungi Ayobandung.com-jejaring Suara.com, Kamis, (10/12/20), menyebut ada empat hal yang membuat pasangan nomor urut dua itu jeblok.

“Pertama, warga Kabupaten Bandung ragu atas kapasitas Yena Iskandar dan Atep Rizal. Keduanya tidak memiliki jam terbang dalam politik,” katanya.

Baca Juga: Dadang-Sahrul Gunawan Unggul Versi LSI Denny JA

Yang kedua, menurutnya, calon bupatinya perempuan. Ketiga, Yena Iskandar Ma’soem kurang dikenal masyarakat kecuali Al-Ma’soemnya. Dan yang terakhir, suara PDIP di Kabupaten Bandung memang sedang turun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait