facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ketahui, Penyebab Vagina Bau setelah Berhubungan Seks

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah Sabtu, 26 Desember 2020 | 16:36 WIB

Ketahui, Penyebab Vagina Bau setelah Berhubungan Seks

Meski jarang menunjukkan gejala, umumnya wanita akan mengalami nyeri, gatal, adanya cairan putih tipis, dan bau amis sangat kuat setelah berhubungan seks.

SuaraJabar.id - Vagina memiliki bau khas tersendiri. Namun demikian, vagina dapat mengeluarkan bau yang berbeda setelah berhubungan seks.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Tapi, jika baunya benar-benar tercium, kemungkinan ada masalah kesehatan di baliknya.

Melansir Health, penulis She-ology: The Definitive Guide to Women's Intimate Health Period sekaligus obgyn, Sherry Ross, MD, menjelaskan beberapa alasannya:

1. Vaginosis bakteri

Baca Juga: Banyak yang Keliru, Begini Cara Bersihkan Vagina Usai Buang Air Kecil

Jika bau vagina yang muncul tercium amis, kemungkinan ini disebabkan oleh vaginosis bakterial (BV). Kondisi yang terjadi akibat pertumbuhan berlebih dari bakteri tertentu di dalam vagina.

Meski jarang menunjukkan gejala, umumnya wanita akan mengalami nyeri, gatal, adanya cairan putih tipis, dan bau amis sangat kuat setelah berhubungan seks.

Ilustrasi vagina (Shutterstock)

2. Infeksi menular seksual (IMS)

IMS seperti trikomoniasis dapat meyebabkan bau tidak sedap. Apabila Anda mendapati vagina bau, baik setelah bercinta atau tidak, jangan ragu untuk menemui dokter sebelum terlambat.

3. Kebersihan yang buruk

Baca Juga: Ketahui 4 Penyebab Warna Vagina Jadi Gelap

Seks sendiri sudah menjadi aktivitas yang menyebabkan tubuh berkeringat, terlebih jika Anda belum mandi.

"Vagina memiliki kelenjar keringat dan folikel rambut, yang dapat menarik bakteri dan berkontribusi pada bau menyengat," kata Ross.

Ia menambahkan, karena tempat vagina yang dekat dengan anus maka sangat penting untuk dijaga kebersihannya untuk menghindari penumpukan bakteri.

4. Kondom lateks

Kondom lateks memang dapat meninggalkan aroma setelah dipakai.

"Karena sensitivitas vagina, apapun yang baru diperkenalkan pada organ ini dapat mengimbangi bau alaminya," tutur Ross.

Jika tidak menyukai baunya, Ross menyarankan untuk menggantinya dengan kondom berbahan poliuretan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait