Masih Zona Oranye, Kota Bandung Kaji Sekolah Tatap Muka

Meski yang diperbolehkan itu hanya zona hijau, kita masih orange itukan sudah jelas. Tapi, dalam rangka kita menunjukkan juga kita harus punya kesiapan, kata Oded.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 29 Desember 2020 | 13:29 WIB
Masih Zona Oranye, Kota Bandung Kaji Sekolah Tatap Muka
Wali Kota Bandung Oded M Danial membacakan keputusan rapat Forkominda Kota Bandung, Jumat (18/12/2020). [Suara.com/Emi La Palau]

SuaraJabar.id - Pemerintah Kota Bandung mengkaji secara komprehensif penerapan sekolah tatap muka untuk semester genap 2020/2021. Mereka melibatkan sejumlah ahli untuk kajian ini, salah satunya Epidemiolog.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengungkapkan pihaknya melakukan kajian terkait kesiapan baik dari infrastruktur, mau pun kemugkinan resiko jika sekolah tatap muka diberlakukan di Kota Bandung.
Nantinya masukan dari pakar dan epidemiolog menjadi pertimbangan Pemerintah Kota untuk pengambilan keputusan.

“Harapannya, dari kajian hari ini para pakar bisa menyampaikan eksisting, analisis kajian mereka merupakan bagian daripada masukan ke Mang Oded nanti apakah layak tidak Kota Bandung, sudah siap atau tidak untuk belajar tatap muka atau tidak,” ungkap Oded usai membuka acara FGD Persiapan Pembelajaran Semester Genap, di Hotel Grand Tebu, Kota Bandung, Selasa (29/12/2020).

Menurut Oded, pihaknya perlu melakukan kajian secara komperhensif meski status penyebaran virus di kota Bandung masih belum memenuhi kriteria daerah yang boleh melaksanakan sekolah tatap muka. Namun kesiapan perlu dilakukan.

Baca Juga:Viral Video Pria Bersimbah Darah di Kiaracondong, Diduga Korban Begal

Saat ini sendiri Kota Bandung masih berada di zona orange atau risiko penyebaran sedang Covid-19.

Berdasar pada keputusan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, hanya daerah zona hijau yang diizinkan menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka.

“Meski yang diperbolehkan itu hanya zona hijau, kita masih orange itukan sudah jelas. Tapi, dalam rangka kita menunjukkan juga kita harus punya kesiapan,” ungkapnya.

Oded mengungkapkan pihaknya tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, sehingga perlu dikaji dengan baik. Hal tersebut dikarenakan membuka sekolah di masa pandemi merupakan hal yang sangat berisiko.

“Iya makanya tidak akan rurusuan (gegabah red), makanya ini saya harus hati-hati masalah ini. Kan ini urusannya sangat krusial,” katanya.

Baca Juga:Survei KPAI: Mayoritas Siswa Ingin Sekolah Dibuka Januari 2021

“Tadi berbagai aspek secara epidemiologinya seperti apa, tadi disampaikan. Barusan saja, baru satu Epidemiolog, rekomennya belum dibuka,” imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak