alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polisi Selidiki Penganiayaan yang Dilakukan Terhadap Rekannya di Atas Kapal

Chandra Iswinarno Jum'at, 01 Januari 2021 | 04:05 WIB

Polisi Selidiki Penganiayaan yang Dilakukan Terhadap Rekannya di Atas Kapal
Ilustrasi penganiayaan. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap aksi penganiayaan yang dilakukan seorang nelayan terhadap rekannya. (Shutterstock)

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan seorang nelayan terhadap sejumlah rekannya saat berlayar, hingga kini masih diselidiki dan didalami motifnya oleh (Polres Garut).

SuaraJabar.id - Peristiwa penganiayaan yang dilakukan seorang nelayan terhadap sejumlah rekannya saat berlayar, hingga kini masih diselidiki dan didalami motifnya oleh Kepolisian Resor (Polres) Garut.

Apalagi diketahui, beberapa nelayan ada yang loncat dari atas kapal saat mencari ikan di laut lepas Samudra Hindia.

"Untuk motifnya, masih kami dalami, untuk sementara dugaan stres," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Adi Benny Cahyono seperti dilansir Antara di Garut pada Kamis (31/12/2020).

Dia mengatakan, pihaknya terus berupaya mengembangkan kasus anak buah kapal yang melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam kepada sesama rekannya saat berada di atas kapal.

Baca Juga: Karyawannya Diselamatkan Usai Dianiaya, Rudy Cari Si Ojol yang Baik Hati

Hingga saat ini, Ardi (27), Warga Sulawesi Tenggara yang diduga sebagai pelaku ditahan di Markas Polsek Malangbong untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Sampai dengan kemarin sudah kami lakukan pemeriksaan awal, untuk status kasusnya TKP-nya ada di lepas pantai," katanya.

Selain mengamankan terduga pelaku penganiayaan, polisi juga mengamankan seorang nelayan yang selamat dari peristiwa penganiayaan itu bernama Nelson (20) warga Nusa Tenggara Timur.

Korban lainnya, nakhoda dan empat anak buah kapal yang dilaporkan loncat dari kapal, kata Kapolres, saat ini masih dinyatakan hilang. Mereka masih dicari oleh petugas Satuan Polisi Air dan nelayan.

Menurut dia, hasil keterangan saksi bahwa mereka yang loncat dari kapal diperkirakan saat berada di wilayah Perairan Cilacap, Jawa Tengah. Untuk itu, pencariannya melibatkan kepolisian setempat.

Baca Juga: Kasus Penganiayaan Ojol, Polisi Buru Anak Buah Habib Bahar bin Smith

"Kami saat ini koordinasi dengan jajaran kepolisian di Jawa Timur karena mereka berangkat dari Pacitan. Kami juga berkoordinasi dengan Jawa Tengah," katanya.

Jika hasil pencarian korban berada di perairan daerah lain, seperti dugaan sementara di Cilacap, kata dia, kasusnya akan dilimpahkan ke kepolisian setempat untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

"Pemeriksaan awal kami lengkapi terlebih dahulu, lalu kami limpahkan ke Satreskrim Polres Cilacap," katanya.

Sebelumnya, kapal nelayan KM Makmur 03 berangkat dari perairan Pacitan, kemudian terdampar di Pantai Karang Gajah, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut pada Selasa (29/12/2020) sore.

Warga sekitar pantai berupaya membantu anak buah kapal dan menarik perahu ke pinggir pantai. Selanjutnya, membawa dua orang yang berada dalam kapal itu. 

Namun, seorang yang diduga pelaku penganiayaan melarikan diri hingga akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan di Kantor Polsek Cibalong untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan korban selamat, Ardi mengamuk saat di kapal karena merasa tersinggung dengan ucapan rekannya terkait dengan utang dan rencana pernikahannya. Ucapan rekannya itu, membuat Ardi marah, kemudian melakukan penganiayaan hingga korban, termasuk nelayan lainnya melompat ke tengah lautan.

Korban Nelson sempat bersembunyi di bawah kapal hingga akhirnya ditemukan oleh pelaku dan meminta maaf. Selanjutnya, kapal terdampar di perairan Garut. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait