"Kita perlu berlatih, mempersiapkan segala hal. Apalagi pemain sudah tidak berkompetisi hampir setahun," keluh Robert.
Bukan hanya karena tim, perencanaan yang matang dalam membangun tim juga adalah untuk nama baik sepakbola Indonesia.
Menurutnya, perlu dipikirkan juga kualitas liga dan bagaimana caranya membangun antusiasme untuk suporter hingga standar sepakbola Indonesia.
"Jangan lupa, dulu sepakbola Indonesia pernah menjadi perbincangan karena Persib mendatangkan pemain bintang dunia, Michael Essien dan itu menjadi sorotan dunia untuk melihat lebih jauh sepakbola kita," celoteh Robert.
Baca Juga:David Beckham dan Gary Neville, Kiblat Ismed Sofyan sebagai Pemain Sayap
Waktu yang ideal untuk persiapan menghadapi kompetisi adalah sekitar dua bulan. Namun hal itu berlaku di masa normal, sebelum kompetisi terhenti akibat pandemi.
Robert mencontohkan, setelah kompetisi liga selesai, pemain punya waktu enam sampai delapan pekan untuk berlibur. Maka, tim harus melakukan persiapan dengan waktu yang sama, dari latihan hingga pramusim.
"Karena kondisi fisik tidak menurun secara drastis. Kita juga tidak boleh melupakan, tidak mudah untuk berlatih dalam situasi COVID-19 dan sulit menjadwalkan uji coba," pungkasnya.