Buruh Garmen Jabar: Kami Tak Butuh UMK Tinggi, Kami Butuh Pekerjaan!

Sekretaris PBGJB Azizah mengakui bahwa sudah ribuan rekan-rekannya yang mengalami PHK akibat pabrik yang tutup akibat tidak mampu menanggung beban UMK.

Ari Syahril Ramadhan
Jum'at, 29 Januari 2021 | 06:32 WIB
Buruh Garmen Jabar: Kami Tak Butuh UMK Tinggi, Kami Butuh Pekerjaan!
ILUSTRASI-Buruh garmen. Banyak buruh garmen di Jawa Barat yang kehilangan pekerjaan akibat perusahaannya tutup atau melakukan relokasi ke tempat lain yang UMK-nya lebih rendah. (Antara)

Ia mengatakan UMK di Kabupaten Bogor dan Purwakarta saat ini merupakan yang tertinggi di banding daerah lain di Jawa Barat, yaitu masing-masing Rp4.217.206 dan Rp4.173.569, lebih tinggi dibandingkan dengan Kota Bandung sebesar Rp3.742.276.

Angka tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan dengan UMK di Kota Semarang, Jawa Tengah sebesar Rp2.810.025.

Mengingat sebagian besar perusahaan garmen tersebut dimiliki oleh pengusaha Korea Selatan, kantor berita Yonhap beberapa waktu sempat mengangkat isu kenaikan drastis UMK di Kabupaten Bogor dan Purwakarta yang berdampak terhadap banyak perusahaan.

Dalam sembilan tahun terakhir, terdapat kenaikan sampai 300 persen upah di Jawa Barat dan hal ini membuat perusahaan garmen sangat kesulitan, akibatnya perusahaan Korea Selatan memilih tutup dan sekarang tersisa 258 dari jumlah 317 sebelumnya. Pandemi Covid-19 yang belum mereda membuat kondisi semakin sulit. [Antara]

Baca Juga:Kasus Covid-19 di Jabar Meroket, 4.532 Positif dan 200 Meninggal Hari Ini

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak