Ahmad Sanusi, Juru Bicara RW 13 yang saat itu masih menjabat Ketua RW menambahkan, dari delapan kali ledakan tahun 2019 lalu, ledakan yang paling besar dirasakan adalah ledakan ketujuh dan kedelapan.
“Saya taunya itu dari warga pada keluar rumah. Mereka lapor waktu itu ke saya. Saat itu belum sadar kalau rumah udah pada retak, teramsuk punya saya. Besoknya baru mulai kelihatan,” terangnya.
Dulunya, retakan memang lebih banyak terlihat pada dinding rumah warga, namun mulai merembet terlihat pada lantai rumah. Setelah ia mendengar dari seorang ahli geologi, ternyata tanah di wilayahnya sudah terbelah.
“Makannya sesuai ahli geologi bahwa tanah di Tipar itu sudah belah, bukan oleh alam. Sudah zona bahaya. Itu berdasarkan penelitian,” tukasnya.
Baca Juga:Ayah Mabuk Hendak Bom Anak Sendiri, Berakhir Tewas Kena Ledakan
Hingga berita ini diterbitkan, Suara.com masih mencoba untuk meminta keterangan dari pihak KCIC. [Suara.com/Ferry Bangkit]