Diguncang Ledakan, Tanah Terbelah dan Dinding Rumah Warga KBB Retak-retak

Ledakan bahan peledak yang digunakan untuk membuat jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung mengakibatkan tanah terbelah, dinding rumah retak dan menyisakan trauma bagi warga.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 01 Februari 2021 | 07:00 WIB
Diguncang Ledakan, Tanah Terbelah dan Dinding Rumah Warga KBB Retak-retak
Seorang warga menunjukan retakan rumah akibatnya ledakan pembuatan Tunnel 11 yang kini sudah ditinggal pemiliknya. [Suara.com/Ferry Bangkit]

“Nah sekarang ini malah gak ada airnya. Padahal airnya itu biasanya jernih yang mengalir ke pemukiman warga,” tuturnya.

Informasi terbaru yang didapatnya, bakal ada aktivitas peledakan lagi di titik tunnel 11.1 yang berdetakan dengan pemukiman warganya. Kondisi tersebut membuat ia dan warganya semakin khawatir.

“Warga itu sejak ledakan 8 kali pas tahun 2019 sampai sekarang masih was-was. Bahkan sampai sekarang kan rumahnya banyak yang belum diperbaiki. Terus ada juga yang memilih pindah, belum lagi ketakutan longsor,” bebernya.

Menurut mereka, solusinya jika ingin peledakan dilanjutkan, warga meminta pihak KCIC untuk memindahkan mereka dari wilayah tersebut. Artinya, aset rumah warga dibeli sepenuhnya. Sebab jika masih di sana, sementara aktivitas tidak dihentikan, warga merasa ketakutan.

Baca Juga:Ayah Mabuk Hendak Bom Anak Sendiri, Berakhir Tewas Kena Ledakan

“Ini kan urusannya dengan keselamatan jiwa kami,” ucapnya.

Ahmad Sanusi, Juru Bicara RW 13 yang saat itu masih menjabat Ketua RW menambahkan, dari delapan kali ledakan tahun 2019 lalu, ledakan yang paling besar dirasakan adalah ledakan ketujuh dan kedelapan.

“Saya taunya itu dari warga pada keluar rumah. Mereka lapor waktu itu ke saya. Saat itu belum sadar kalau rumah udah pada retak, teramsuk punya saya. Besoknya baru mulai kelihatan,” terangnya.

Dulunya, retakan memang lebih banyak terlihat pada dinding rumah warga, namun mulai merembet terlihat pada lantai rumah. Setelah ia mendengar dari seorang ahli geologi, ternyata tanah di wilayahnya sudah terbelah.

“Makannya sesuai ahli geologi bahwa tanah di Tipar itu sudah belah, bukan oleh alam. Sudah zona bahaya. Itu berdasarkan penelitian,” tukasnya.

Baca Juga:Butuh Mood Booster? 3 Wisata Alam di Bandung Barat Ini Bisa Kamu Jajal

Hingga berita ini diterbitkan, Suara.com masih mencoba untuk meminta keterangan dari pihak KCIC. [Suara.com/Ferry Bangkit]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak