212 RT di Kota Cimahi Masuk Zona Kuning Covid-19

Kalau RT di Cimahi enggak ada yang masuk zona oranye sama merah sampai sejauh ini. Jangan sampai, ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 11 Februari 2021 | 11:27 WIB
212 RT di Kota Cimahi Masuk Zona Kuning Covid-19
ILUSTRASI PLT Wali Kota Cimahi Ngatiyana menjalani pemeriksaan sebelum disuntik vaksin Covid-19, Kamis (28/1/2021). Kota Cimahi kini tengah melakukan pemetaaan untuk PPKM Mkiro. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

SuaraJabar.id - Dinas Kesehatan Kota Cimahi memetakan zona kewaspadaan Covid-19 tingkak RT dalam rangka penerapan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) skala mikro yang akan diterapkan hingga 22 Februari mendatang.

Dari total 1.724 RT yang tersebar di 312 RW di 15 Kelurahan se-Kota Cimahi, tercatat ada 212 RT yang masuk zona kuning. Sementara untuk tingkat kelurahan, dari 15 kelurahan hanya satu kelurahan yang masuk zona hijau, sisanya zona kuning.

“Kalau di kita enggak ada zona merah untuk tingkat RT, adanya 212 zona kuning sisa RT lainnya zona hijau,” terang Kepala Dinas Kesehatan. Drg. Pratiwi saat ditemui, Kamis (11/2/2021).

Mengacu pada intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang PPKM Mikro, maka seluruh RT yang masuk zona kuning harus melaksanakan PPKM pada level rumah tangga.

Baca Juga:Viral Pedagang Murka Diminta Tutup: Anak Saya Masih Sekolah Pak, Butuh Uang

Pengendaliannya dengan menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, isolasi mandiri pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

“Kriterianya zona kuning itukan terdapat 1 sampai 5 rumah di satu RT yang memiliki kasus terkonfirmasi positif dalam perawatan atau isolasi mandiri selama 7 hari terakhir,” terang Pratiwi.

Sementara untuk zona hijau tetap harus melakukan surveilans aktif. Kemudian seluruh suspek dilakukan test dan pemantauan kasus tetap berlangsung secara berkala. Kriteria zona hijau adalah tidak ada rumah di satu RT yang memiliki kasus positif dalam perawatan atau isolasi selama 7 hari terakhir.

“Iya kalau pengawasan harus tetap dilakukan supaya tidak ada kasus,” tegas Pratiwi.

Sementara untuk zona oranye kriterianya adalah terdapat 6-9 rumah yang di satu RT memiliki kasus terkonfiramsi positif dalam perawatan atau isoalsi mandiri selama 7 hari teakhir.

Baca Juga:Anies Baswedan: PPKM Tak Efektif Bila Warga Tetap Keluar Kota Saat Libur

Artinya wilayah tersebut harus melakukan PPKM level rumah tangga dengan bentuk pengendalian dari mulai menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, isolasi mandiri pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak