Segini Tarif yang Dibanderol Buzzer untuk Bikin Viral dan Trending Topic

Untuk membuat trending topic selama satu sampai dua jam di jangkauan satu kota, dibutuhkan biaya mencapai Rp 10 juta.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 15 Februari 2021 | 16:32 WIB
Segini Tarif yang Dibanderol Buzzer untuk Bikin Viral dan Trending Topic
ILUSTRASI Buzzer. Para buzzer mematok sejumlah tarif untuk membuat sesuatu menjadi viral, trending topic atau melaksanakan tugas-tugas lain yang diinginkan klien mereka seperti menyerang suatu akun dan lain-lain. [Suara.com/Iqbal Asaputro]

"Tarifnya juga beda-beda sih, semakin lama pengen jadi trending topic, semakin mahal tarifnya," ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk membuat suatu topik menjadi trending topic, pihak yang berkepentingan atau klien dapat bekerja sama dengan sebuah agensi atau jasa penyedia akun-akun buzzer.
Nantinya, klien dapat menentukan kata kunci apa yang ingin dipopulerkan, berapa lama bertengger di trending topic, dan berapa luas jangkauan warganet yang dapat diraih.

"Sudah dijadwalkan kapan akan ngetwit, nanti penyedia jasa bisa langsung beraksi. Klien mah tau selesai saja, tau-tau sudah ada 2.000-an twit misalnya," ungkapnya.

Berdasarkan pengalamannya, untuk membuat trending topic selama satu sampai dua jam di jangkauan satu kota, dibutuhkan biaya mencapai Rp 10 juta. Pembayaran tersebut umumnya dilakukan dengan sistem down payment.

Baca Juga:Koboi di Kedoya Dikepung Massa, Berlagak Telepon hingga Coba Kabur

"Bayar DP dulu, karena bisa saja gagal kalau ada topik lain yang lebih besar seperti ada tokoh meninggal dunia, atau artis Korea nikah misalnya. Kalau sudah ada yang seperti itu, (topik yang diinginkan) bisa saja tenggelam," paparnya.

Bila trending topic ingin dibuat bertengger lebih lama dengan jangkauan yang lebih luas, hal tersebut sangat mungkin dilakukan. Namun, tarif yang dibutuhkan jelas jauh lebih mahal.

"Bisa saja sih dibikin trending nomor satu se-Indonesia, tapi tarifnya pasti mahal banget. Akun yang dibutuhkan lebih banyak. Saya enggak tahu besarannya kalau untuk yang itu," ungkapnya.

Memanfaatkan 'Giveaway'

Tina mengatakan, saat ini membuat dan memelihara akun-akun Twitter bodong untuk menjadi buzzer adalah hal yang cukup sulit. Pasalnya, dia mengatakan, Twitter beberapa kali sempat melakukan 'pembersihan' akun-akun bodong yang memiliki aktivitas tak wajar atau sudah lama tidak diakses oleh pemiliknya.

Baca Juga:JS Penodong dengan Pistol Mainan Diamankan Usai Tembakan Peringatan Polisi

Giveaway untuk menjadikan #KerasukanRocky trending topic - (Twitter/@PakatDayak)
Giveaway untuk menjadikan #KerasukanRocky trending topic - (Twitter/@PakatDayak)

Hal itu dapat terjadi karena para buzzer umumnya memiliki lebih dari satu akun untuk dikelola. Sehingga, sejumlah akun bodong yang kurang aktif digunakan dapat dihapus oleh Twitter.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak