Terkait Aktivitas Sesar Lembang, Ini Penjelasan BMKG

Pada periode itu, tercatat ada satu gempa yang cukup merusak yakni gempa di Cisarua pada 28 Agustus 2011.

Eko Faizin
Sabtu, 20 Februari 2021 | 12:00 WIB
Terkait Aktivitas Sesar Lembang, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi gempa. [shutterstock]

SuaraJabar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun menyebut belum ada aktivitas Sesar Lembang yang terdeteksi sejak 2012 hingga sekarang.

Hal itu disampaikan Kepala BMKG, berdasarkan data hanya menunjukkan adanya aktivitas gempa Sesar Lembang pada 2010-2012.

Pada periode itu, tercatat ada satu gempa yang cukup merusak yakni gempa di Cisarua pada 28 Agustus 2011.

“Dalam gempa itu ada 384 rumah rusak,” jelasnya dalam webinar bertajuk Sesar Lembang, Potensi Bencana di Balik Pesona Panorama pada Jumat (19/2/2021) dilansir dari Ayobandung.com--jaringan Suara.com, Sabtu (20/2/2021).

Lokasi tepatnya ialah di Kampung Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Desa Pasirhalang, dan Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Gempa saat itu berkekuatan 3,3 M.

“Sejarah gempa merusak lainnya yaitu Gempa Cihideung Juni 2003 berkekuatan 5,4 M,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, saat itu seismograf (alat deteksi gempa) baru ada 6 yakni di Parongpong, Tangkuban Parahu, Ciater, Cibodas, LEM, dan Cimenyan. Namun, saat ini seismograf yang terpasang sudah ada 16.

Teguh menyoroti banyaknya gedung sekolah, perkantoran, hotel, sarana wisata, industri, dan sentra ekonomi yang terletak di sepanjang jalur Sesar Lembang. Sementara masyarakat masih kurang memahami bahaya gempa dan mitigasinya, serta jumlah bangunan tahan gempa masih sangat minim.

“Kualitas bangunan rumah kebanyakan belum memenuhi standar aman gempa,” ujar dia.

Teguh menjelaskan, Sesar Lembang terbagi menjadi 3 bagian yakni barat, tengah, dan timur. Bagian barat membentang dari Padalarang- Cisarua, bagian tengah membentang dari Cisarua-Cibodas, dan bagian barat membentang dari Cibodas-Manglayang.

“Sesar Lembang merupakan kemenerusan ujung utara Sesar Cimandiri,” tuturnya.

Sementara itu, kata dia, Mudrik R Daryono (2016) membagi Sesar Lembang menjadi 6 bagian, yakni Cimeta, Cipogor, Cihideung, Gunung Batu, Cikapundang, dan Batu Lenceng.

Guru Besar Ilmu Geoteknik Universitas Parahyangan Prof Paulus P Rahardjo menambahkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperlihatkan, Sesar Lembang bergeser 1-2 mm per tahun.

Gerakan ini menurutnya relatif kecil bila dibandingkan dengan Sesar Palukoro yang aktif pada 2018 di Palu. Sesar itu diketahui bergerak 38 mm per tahun.

“Kemudian aktivitas Sesar Lembang terdeteksi bertambah menjadi 3-5,5 mm per tahun. Hal ini menjadi ancaman yang baru,” ucap Paulus dalam kesempatan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak