alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemerintah Buka Peluang Kerja ke Jepang, Begini Cara daftarnya

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 28 Februari 2021 | 14:12 WIB

Pemerintah Buka Peluang Kerja ke Jepang, Begini Cara daftarnya
IUSTRASI dunia kerja di Jepang. Seorang pendeta berdoa untuk jamaah pada hari pertama kerja di tahun baru di kuil Kanda Myojin, Tokyo, Senin (4/1/2021). [Kazuhiro NOGI / AFP]

Calon pekerja migran bakal dilatih bahasa, budaya dan adat istiadat Jepang.

SuaraJabar.id - Warga Kota Cimahi memiliki kesempatan untuk mengadu nasib di Negeri Sakura, jepang. Pemerintah Kota Cimahi membuka pelatihan bagi tenaga kerja lokal yang akan dididik untuk dapat bekerja di Jepang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Uce Herdiana mengatakan, rencananya pihaknya akan mengakomodir 100 tenaga kerja lokal asal Kota Cimahi untuk diikutsertakan dalam pelatihan sehingga nantinya berpeluang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Kita akan mulai pelatihan bahasa, budaya. Rencananya yang dibidik dalam pelatihan 100 orang," kata Uce saat dihubungi Suara.com, Minggu (28/2/2021).

Menurut Uce, Jepang menjadi salah satu negara yang membutuhkan tenaga kerja di berbagai bidang. Sehingga peluang bagi tenaga kerja lokal untuk menjadi PMI di negara asia tersebut sangat terbuka lebar.

Baca Juga: Daihatsu Altis Tampil Baru, Mengadopsi Toyota Safety Sense

"Yang membutuhkan itu ada Quwait, Qatar, Arab, Jepang, Jerman. Paling gampang Arab Saudi, Quwait, Jepang," terang Uce.

Rencananya, kata dia, pelatihan akan berlangsung selama empat bulan. Selain bahasa, budaya dan adat istiadat Jepang juga akan diberikan kepada para peserta.

Uce melanjutkan, program pelatihan kerja ini merupakan salah satu upaya dari pihaknya untuk menekan angka pengangguran di Kota Cimahi.

Sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Kota Cimahi menempati urutan kedua angka pengangguran tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

Jumlah penangguran di Kota Cimahi mencapai 39.436 orang atau 13,30 persen. Jumlah tersebut melonjak dari tahun sebelumnya yang hanya yang hanya 8,08 persen atau sekitar 23.960 orang.

Baca Juga: Warga Kota Cimahi Tutup Akses Rumah Pasien Covid-19, Ini Alasannya

"Tapi nanti kita data lagi langsung ke lapangan. Ke masyarakat," tukasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait