Gorengan Mulai Tak Pedas, Pedagang Minta Pemerintah Membuka Keran Impor

Penjual gorengan sudah mulai tidak menyediakan cabai rawit karena harganya terlalu mahal.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 08 Maret 2021 | 14:23 WIB
Gorengan Mulai Tak Pedas, Pedagang Minta Pemerintah Membuka Keran Impor
ILUSTRASI Penjual gorengan. [Suara.com/M Fadil].

SuaraJabar.id - Pedagang cabai di Kota Cimahi menantikan pemerintah turun tangan dalam menghadapi tingginya harga cabai rawit merah. Menurut mereka, opsi yang bisa digunakan adalah membuka kran impor cabai rawit merah seperti dari Vietnam dan Thailand.

Seperti diketahui, harga cabai rawit merah kini sedang naik dan dan semakin pedas saja. Akhir Februari harganya hanya Rp 120 ribu per kilogram, namun memasuki Maret ini naik lagi menjadi Rp 130 ribu per kilogram.

"Kalau operasi pasar, saya kira nggak perlu, karena ini penyebab utamanya adalah pasokan yang berkurang drastis, terutama dari pemasok utamanya," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cimindi saat ditemui, Senin (8/3/2021).

Pedasnya harga cabai rawit merah di Kota Cimahi disebabkan oleh musim penghujan yang hingga kini masih belum selesai. Hal tersebut adalah imbas dari kegagalan panen yang dialami beberapa petani cabai rawit.

Baca Juga:Termasuk Suami Jarang Pulang, Ini Bentuk-bentuk Kekerasan pada Perempuan

Semakin langka cabai rawit merah di pasaran, maka akan semakin naik pula harga jualnya. Menurut Asep, kondisi ini akan bertahan cukup lama jika pemerintah tidak segera memberikan solusi.

"Kemungkinan masih akan berlangsung cukup lama. Hal itu tergantung pada pasokan dari sumber cabai rawit-nya, terutama di daerah Jawa sebagai pemasok utama untuk daerah Jawa barat," bebernya.

Dikatakan Asep, tingginya harga cabai rawit merah membuat para konsumen terpaksa mengurangi konsumsi cabai rawit merah sebagai salah satu bumbu masak dapur.

"Imbasnya di tingkat pedagang yang penjualannya mengalami penurunan drastis, lebih dari 50%. Kita biasanya tidak ada stok, langsung beli, langsung jual," terangnya.

Asep menuturkan bahwa musim hujan tidak hanya berpengaruh pada harga cabai rawit merah, namun berpengaruh juga pada komoditas beberapa jenis sayuran lainnya yang turut mengalami kenaikan.

Baca Juga:Malah Sukses Usai Di-PHK, Produk Edi Terjual hingga ke Amerika dan Eropa

"Cabai merah tanjung di kisaran Rp 40-50 ribu/kg, biasanya di bawah Rp 30 ribu/kg, cabai kriting merah di kisaran Rp 40-50 ribu/kg, cabai rawit hijau di kisaran Rp 50-60 ribu/kg. Kenaikan di kisaran 30-40%. Sayuran lainnya yang mengalami kenaikan signifikan yakni buncis, kacang panjang, bawang merah, dan tomat," ungkap Asep.

Salah seorang pedagang gorengan, Payus (35) menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah memaksa dirinya mengurangi penggunaan cabai rawit saat berdagang padahal pembeli selalu menanyakannya.

"Saya biasanya memberikan cabai rawit pada pembeli sebagai pelengkap gorengan tapi sudah sebulan terakhir tidak. Ya karena memang harganya sangat mahal," kata Payus.

Ia mengaku, penggunaan cabai rawit merah saat berjualan gorengan biasanya mencapai satu sampai dua kilogram perhari. Namun saat ini dirasa cukup berat lantaran harga yang melambung tinggi.

"Saya ya tidak bisa apa-apa cuman berharap kepada pemerintah untuk kembali menstabilkan harga cabai rawit di pasaran," pungkasnya.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak