Harga Sayuran Naik 100 Persen, Daya Beli Masyarakat Turun Drastis

Kenaikan tertinggi dialami oleh komuditas terung yang naik 100 persen dari Rp 6.000 menjadi Rp 12.00 per kilogram.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 15 Maret 2021 | 16:47 WIB
Harga Sayuran Naik 100 Persen, Daya Beli  Masyarakat Turun Drastis
ILUSTRASI sayuran. (Antara/Anis Efizudin)

SuaraJabar.id - Harga sejumlah sayuran di Kota Cimahi nauk drastis dalam sepekan terakhir. Kenaikannya bahkan ada yang mencapai hingga 100 persen.

Berdasarkan pantauan di Pasar Cimindi, Kota Cimahi pada Senin (15/3/2021), harga sayuran yang mengalami kenaikan di antaranya, buncis dari asalnya Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram.

Kemudian terung yang asalnya harga Rp 6.000 per kilogram naik menjadi Rp 12.000 per kilogram. Kemudian pare dari Rp Rp 8.000 kilogram naik menjadi Rp 14.000 per kilogram.

"Sudah hampir satu mingguan harganya naik. Yang paling tinggi kenaikannya yakni terung, 100 persen kenaikannya, dari asalnya Rp 6.000/kg menjadi Rp 12.000/kg," ungkap Hani (37), salah seorang pedagang sayuran.

Baca Juga:Program Pencegahan Terganggu akibat Covid-19, Angka Stunting Naik

Kenaikan harga sejumlah sayuran itu akibat kurangnya pasokan, sebagai dampak dari hujan yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Mungkin karena banyak yang gagal panen akibat hujan, jadi pasokan berkurang. Harga pun jadi naik," bebernya.

Lantaran harganya tengah naik drastis, para pedagang termasuk Hani memiliki mengurangi stok sayuran yang akan dijualnya. Ia khawatir jika stoknya terlalu banyak, malah tidak terjual.

"Saya stok seperlunya saja, takut ngga laku. Apalagi sekarang kan daya beli masyarakat lagi kurang, akibat pandemi Covid-19," terangnya.

Sementara untuk jenis sayuran lainnya, menurut Hani, harganya relatif stabil. Seperti bawang merah masih bertahan di harga Rp 35 ribu/kg, bawang putih dan bawang bombay juga sama masih stabil di harga Rp 24 ribu/kg.

Baca Juga:Pandemi Covid-19, Warga Cimahi Lebih Pilih Baca Novel

"Wortel juga bertahan di harga Rp 16 ribu/kg, kentang dieng stabil Rp 13 ribu/kg.

Tomat juga sama stabil Rp 8 ribu/kg. Untuk timun mengalami penurunan dari asalnya Rp 16 ribu/kg, jadi Rp 10 ribu/kg," bebernya.

Disinggung soal harga cabai rawit merah, Hani mengatakan jika harga bumbu dapur yang memikili rasa pedas ini masih tinggi.

"Harganya masih tetap Rp 120.000/kg, belum ada penurunan. Ngga tau nantinya turun atau naik lagi. Apalagi mau menghadapi puasa," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cimindi, Asep Rohendi mengatakan, harga cabai rawit merah bisa ditekan jika ada campur tangan pemerintah, salah satunya dengan membuka kran impor.

"Bisa dari Vietnam atau Thailand. Kalau operasi pasar, saya kira ngga perlu, karena ini penyebab utamanya karena pasokan yang berkurang drastis, terutama dari pemasok utamanya," beber Asep.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak