Cabai Rawit Sentuh Rp 140 Ribu per Kilogram, Penjual Gorengan Kebingungan

Penjual gorengan di Kota Bandung mengatakan kenaikan harga cabai rawit tahun ini merupakan yang terparah.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 24 Maret 2021 | 19:55 WIB
Cabai Rawit Sentuh Rp 140 Ribu per Kilogram, Penjual Gorengan Kebingungan
Ilustrasi pedagang gorengan. Mahalnya harga cabai rawit memaksa pedagang gorengan mengurangi jatah cabai rawit untuk pembeli. (Suara.com/M Fadil).

SuaraJabar.id - Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung menyentuh angka Rp 140 ribu per kilogram. Hal ini membuat sejumlah penjual gorengan kebingungan.

Para pedagang gorengan biasanya menyediakan cabai rawit sebagai pelengkap gehu, tempe goreng dan bakwan. Sejak harganya meroket, kini para pedagang gorengan mengurangi jumlah cabai rawit untuk pelanggannya.

Sejumlah pedagang gorengan khawatir jika pengurangan cabai rawit ini akan membuat pelanggan mereka kecewa. Namun jika memaksakan memberi cabai rawit dengan porsi normal, mereka juga terancam tekor.

Hartati (56), seorang warga kelurahan Cisaranten Endah yang biasa membeli cabai rawit di Pasar Cicadas untuk gorengan yang didagangkannya, mengeluhkan soal harga cabe rawit yang sudah naik sejak lama.

Baca Juga:Semangat Bandung Lautan Api 2021, Mari Bung Lawan Pandemi!

"Sekilonya Rp 140 ribu di Pasar Cicadas," ujar Hartati sambil membalikkan adonan gorengan yang tengah dipanaskan di wajan, Rabu (24/3/2021).

Saat harga cabe rawit normal, Hartati selalu mempersilakan pembeli untuk menambah jumlah cabai rawit sesukanya. Akan tetapi, saat harga tinggi, Hartati pun seringkali merasa tidak enak hati saat ada pembeli yang meminta tambahan cabai rawit.

"Kadang suka nggak enak. Kalau mau nolak, nggak enak sama orangnya. Tapi, kalau dikasih terus, saya yang jadi rugi," keluh Hartati.

Dalam kesempatan yang lain, seorang pedagang di Pasar Kosambi, Bella (23), sempat mengeluhkan juga soal harga cabai rawit yang belum turun.

Dia khawatir tidak akan balik modal karena biaya yang dikeluarkan untuk cabai rawit tidak selaras dengan permintaan pasar yang mulai menurun.

Baca Juga:Jegal Mafia Pangan Jelang Ramadan, Polisi akan Turun ke Sawah dan Pasar

"Kenaikan harga cabai rawit di tahun ini yang paling parah," ujar Bella.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak