Beda Pandangan Soal Kemacetan, Pemkab Bogor Ajukan Opsi Jalur Puncak 2

Mendatangkan 52 bus tersebut mesti dibarengi dengan menghilangkan 556 angkot di kawasan Puncak Kabupaten Bogor.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 05 April 2021 | 18:31 WIB
Beda Pandangan Soal Kemacetan, Pemkab Bogor Ajukan Opsi Jalur Puncak 2
Penutupan jalur menuju Puncak-Bogor mulai dari Tugu Lampu Gentur-By Pass, Cianjur karena longsor yang terjadi di kawasan Gunung Mas-Bogor, sehingga kendaraan dengan tujuan Bogor diarahkan ke jalur alternatif, Senin (11/1/2021). [ANTARA/Ahmad Fikri]

Sekadar diketahui, Kasubdit Pengawasan dan Pengendalian BPTJ Torang Hutabarat mengatakan, layanan angkutan masal, merupakan salah satu program yang akan dibahas dan diterapkan di kawasan Puncak nanti.

Program tersebut merupakan upaya pemerintah pusat, untuk membantu Pemkab Bogor dalam mengatasi kemacetan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor.

Selain untuk mengatasi kesemrawutan di kawasan Puncak, program BTS merupakan program untuk menekan jumlah kendaraan pribadi yang hilir mudik di kawasan Puncak. Nantinya program tersebut akan mengerahkan sejumlah bus, yang akan beroperasi di Jalur Puncak.

"Jadi nanti sistemnya orang dari luar Bogor yang akan datang ke Puncak harus menggunakan bus ini. Jadi dengan adanya bus ini setidaknya bisa mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang melintas di kawasan Puncak," ujarnya.

Baca Juga:Bogor Selatan Mau Pisahkan Diri dari Kabupaten Bogor, Ini Kata Bupati Ade

Menurutnya, rencana untuk melakukan pelebaran Jalur Puncak terbilang berat, untuk itu salah satu opsi yang dapat diambil dengan mengendalikan kendaraan pribadi yang hendak menuju kawasan Puncak dengan angkutan massal bus ini.

Keberadaan bus massal ini dinilai sebagai langkah jitu untuk mengatasi kesemrawutan Puncak.
"Tapi tetap ini semua baru pembahasan awal saja. Kita belum bisa berbicara rinci karena semuanya mesti kami matangkan dulu," ucapnya.

Pemerintah juga mesti berpikir, bagaimana membuat masyarakat yang hendak berwisata ke Puncak berpindah menggunakan kendaraan umum.

"Tentunya, layanan BTS yang digagas harus baik dan memuaskan penggunanya, sehingga dengan sendirinya mereka akan lebih memilih menggunakan layanan angkutan umum dari pada kendaraan pribadi. Dan ini PR kita bersama," tutupnya.

Baca Juga:Gagal Muncak, Ratusan Kendaraan Wisatawan di Bogor Diputar Balik

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak