Biar Puasanya Gak Lemas, Lakukan Ini selama Bulan Ramadhan

"Bergerak saat puasa justru dapat mengurangi fatigue atau kelelahan, dibandingkan dengan hanya bermalas-malasan yang justru membuat tubuh lelah," kata dr. Listya.

Ari Syahril Ramadhan
Jum'at, 16 April 2021 | 15:28 WIB
Biar Puasanya Gak Lemas, Lakukan Ini selama Bulan Ramadhan
ILUSTRASI. Sejumlah anak berolah raga di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kawasan Gunung Sahari. [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

SuaraJabar.id - Banyak berdiam diri dan menghindari aktivitas fisik selama berpuasa di bulan Ramadhan justu malah dapat membuat badan terasa lemas.

Hal ini diungkapkan Dokter spesialis kedokteran olahraga Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Dr. dr. Listya Tresnanti Mirtha, Sp.KO. Ia menyarankan agar masyarakat tetap melakukan aktivitas fisik selama menjalankan ibadah puasa di era pandemi Covid-19.

"Dengan membuat tubuh tetap aktif bergerak selama berpuasa akan menjaga kebugaran dan dapat memelihara produktivitas. Bergerak saat puasa justru dapat mengurangi fatigue atau kelelahan, dibandingkan dengan hanya bermalas-malasan yang justru membuat tubuh lelah," kata dr. Listya Tresnanti Mirtha, Jumat (16/4/2021).

Dokter Tata menjelaskan terminologi terkait aktivitas fisik yang sering keliru disamakan dengan olahraga.

Baca Juga:Apakah Arti Nuzulul Quran?

Ia menjelaskan aktivitas fisik (physical activity), yaitu seluruh gerakan tubuh sebagai hasil kontraksi otot rangka, yang akan meningkatkan energi ekspenditur.

Sementara latihan fisik (exercise), yaitu aktivitas fisik yang terencana terstruktur dengan gerakan yang dilakukan berulang untuk memperbaiki atau memelihara komponen kebugaran jasmani.

"Olahraga (sport) yaitu aktivitas fisik yang mempunyai ciri permainan, mempunyai aturan tertentu, serta mengandung unsur kompetisi," ujar dr. Tata.

Saat menjalankan ibadah puasa, asupan makanan dan minuman berkurang, sehingga energi yang dimiliki lebih sedikit dari biasanya.

"Walaupun begitu, kita masih dapat melakukan latihan fisik dengan beberapa penyesuaian, di antaranya frekuensi tidak sesering pada bulan-bulan biasa, intensitas lebih ringan dari biasanya, waktu dibuat lebih singkat, dan jenis diutamakan yang bersifat kardiorespirasi," tuturnya.

Baca Juga:Dua Tahun Pindah Agama, Intip 5 Potret Terbaru Salmafina Sunan Berikut

Ia mengatakan tidak hanya 4 poin tersebut, dalam melakukan latihan fisik yang aman juga harus menerapkan prinsip BBTT (Baik, Benar, Terukur, Teratur). Prinsip “Baik”, yaitu latihan dimulai sejak dini sesuai dengan kondisi fisik medis, tidak menimbulkan dampak yang merugikan, serta mampu laksana.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak