alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hindari Penyekatan, Pemudik Pilih Seberangi Sungai Citanduy Pakai Rakit

Chandra Iswinarno Senin, 03 Mei 2021 | 12:11 WIB

Hindari Penyekatan, Pemudik Pilih Seberangi Sungai Citanduy Pakai Rakit
Akses mudik lebaran lewat Sungai Citanduy menjadi solusi bagi warga yang ingin menghindari razia serta penyekatan petugas selama masa libur lebaran. [Suherman/HR]

Para pemudik yang memilih menggunakan kendaraan pribadi seperti motor pun mencari cara lain untuk menghindari penyekatan, seperti di Sungai Citanduy.

SuaraJabar.id - Penyekatan yang mulai dilakukan petugas saat musim mudik lebaran tahun ini menjadi momok menakutkan bagi pemudik yang nekat ingin berlebaran di kampung halaman masing-masing. Para pemudik yang memilih menggunakan kendaraan pribadi seperti motor pun mencari cara lain untuk menghindari penyekatan.

Salah satu alternatifnya, pemudik bersepeda motor memilih menggunakan jasa rakit di beberapa lokasi penyeberangan sungai yang ada di Jawa Barat (Jabar) untuk menuju Jawa Tengah (Jateng). Seperti di Sungai Citanduy yang membelah Provinsi Jabar dengan Jateng, di wilayah Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis.

Kasi Pelayanan Desa Sidaharja Kecamatan Lakbok, Maman Suparman membenarkan tidak sedikit pemudik yang menggunakan rakit di jalur penyebarangan Sungai Citanduy untuk menuju kampung halamannya.

“Jadi, dengan menggunakan perahu karet atau rakit, saat ini menjadi salah satu alternatif para pemudik, dibanding melintasi jembatan Manganti,” katanya seperti dilansir Harapanrakyat.com-jaringan Suara.com.

Dari pantauannya, ada lima titik jalur perlintasan yang menggunakan getek atau perahu kecil.

Baca Juga: Masuk Jakarta Wajib Bawa SIKM Saat Lebaran, DKI Siapkan 12 Titik Penyekatan

“Sebenarnya cara tersebut bukan hanya terjadi saat mudik sekarang ini. Akan tetapi tahun-tahun sebelumnya juga jalur air sering digunakan para pemudik untuk mencapai tujuan,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan, alasan warga memilih mudik lewat jalur sungai supaya lebih cepat sampai ke tujuan. Dia juga mengemukakan, mereka yang mudik tak hanya berasal dari wilayahnya, tetapi juga warga Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jateng.

“Apalagi saat ini pasti makin ramai. Karena banyak yang menghindari penyekatan atau operasi,” tuturnya.

Sehingga, sampai saat ini, kata Maman, jalur perlintasan antar kabupaten dan provinsi Jabar-Jateng tersebut, kian ramai para pemudik gunakan.

“Bahkan untuk jam operasinya mudik lewat sungai kini bertambah menjadi 24 jam. Jadi, bagi para pemudik tidak merasa bingung saat jam berapapun mereka mau melintas,” pungkasnya.

Baca Juga: Cegah Pemudik Masuk Gunungkidul, Polisi Siapkan Dua Pos Penyekatan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait