alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diteriaki Maling, Debt Collector Babak Belur Dihajar Warga

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 20 Mei 2021 | 10:56 WIB

Diteriaki Maling, Debt Collector Babak Belur Dihajar Warga
ILUSTRASI-Sat Reskrim Polres Jakarta Barat membongkar sindikat preman berkedok perusahaan jasa penagih utang atau debt colector. Sebanyak tujuh orang preman berhasil dibekuk. [Suara.com/Muhammad Yasir]

Rekaman video debt collector dihajar warga ini viral setelah tersebar ke jejaring media sosial.

SuaraJabar.id - Seorang pria yang berprofesi sebagai debt collector babak belur dihajar warga ketika berusaha menyita sepeda motor di Kampung Pasir Sireum Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi.

Kemarahan warga tersulut ketika pemilik motor berteriak saat debt collector itu mencoba mengambil kendaraan miliknya.

Saksi menyebut kejadiannya Rabu (19/05/2021), sekira pukul 17.00 WIB. Menurut Ruli (25) kemarahan warga dipicu aksi enam orang yang berusaha menyita paksa motor dengan nomor Polisi F 6386 UBH.

Pemilik motor yang tidak terima hartanya disita, langsung berteriak maling. Sontak warga langsung mengejar, dari enam satu tertangkap dan berujung jadi bulan-bulanan massa.

Baca Juga: Viral Aksi Istri Punya Suami Penggemar Kontes Kecantikan, Publik Ikut Baper

"Ke enam orang tadi menggunakan 5 motor, warga yang mengejar cuma dapat satu orang dan langsung Babak Belur dihakimi massa," ujarnya kepada sukabumiupdate.com-jejaring Suara.com.

Beruntung ada polisi berpakaian preman yang berhasil mengamankan pria tersebut dari amukan warga.

"Langsung dibawa ke Polsek Cibadak," ungkapnya.

Sementara itu Panit Reskrim Polsek Cibadak Ipda Sapri membenarkan jika tadi sore sekitar pukul 18.00 ada seorang pria dibawa ke Polsek karena melakukan penyitaan motor milik secara paksa milik warga.

"Istilah disini morbag, atau penarikan unit kendaraan atau debt collector dengan kondisi babak belur," kata Sapri.

Baca Juga: Pertama Kali Masak Kerupuk Udang, Aksi Bule Ini Bikin Publik Ngelus Dada

Menurut Sapri, pihaknya masih mendalami kasus yang sudah viral di media sosial ini.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait