alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diterjang Gelombang Setinggi 2,5 Meter, Belasan Perahu Nelayan Tasikmalaya Rusak

Ari Syahril Ramadhan Senin, 31 Mei 2021 | 13:41 WIB

Diterjang Gelombang Setinggi 2,5 Meter, Belasan Perahu Nelayan Tasikmalaya Rusak
ILUSTRASI- Perahu motor nelayan Tuban dihantam gelombang tinggi [Foto: Beritajatim]

Kondisi ini membuat ratusan nelayan di Tasikmalaya terpaksa tidak melaut karena khawatir membahayakan keselamatan jiwa.

SuaraJabar.id - Belasan perahu nelayan dan alat penangkap ikan di esisir pantai Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya usak usai diterjang gelombang pasang setinggi 2,5 meter.

Ketua Nelayan Pamayangsari Cipatujah Sana Sopyana menuturkan, gelombang pasang mulai terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pada Minggu, 30 Mei 2021 kemarin dengan ketinggian hampir 2,5 meter.

Ia menambahkan, kondisi ini membuat ratusan nelayan terpaksa tidak melaut karena khawatir membahayakan keselamatan jiwa.

"Sudah ada peringatan dari BMKG adanya gelombang pasang di Jabar selatan. Tapi, untuk di Cipatujah baru terjadi Minggu pagi kemarin," kata Sana, Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Berlaku Mulai Hari Ini, Harga Baru Tahu dan Tempe di Tasikmalaya

Dampak gelombang pasang ini, kata Sana, para nelayan kebanyakan tidak melaut. Namun, ada sebagian yang berangkat subuh dan telanjur sudah di tengah laut dan posisinya tidak membahayakan.

Sana menambahkan, dampak gelombang pasang juga mengakibatkan belasan perahu nelayan yang bersandar di pesisir pantai Pamayangsari rusak dan bolong. Termasuk alat untuk menjaring ikan, ada yang rusak.

"Ya, kita juga bersama seluruh nelayan berkumpul tidak melaut, dan perahu di sandarkan di pesisir pantai. Agar tidak terbawa diikat ke batu atau karang," jelas Sana.

Salah satu nelayan yang perahunya rusak Andi (40) mengaku perahu yang disandarkan dan diikat di batu karang mengalami rusak dan bolong akibat terkena gelombang pasang.

"Mau bagaimana lagi. Soalnya gelombangnya cukup tinggi sampai ke pesisir pantai. Kita perbaiki saja nanti setelah gelombang surut, dan cuaca bagus, agar bisa melaut lagi," ujar Andi.

Baca Juga: Semar Mesem Tak Mampu Taklukkan Gelombang Tinggi di Laut Selatan Sukabumi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait