alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Preman Mending Pensiun, Polrestabes Bandung Siap Main Tegas

Ari Syahril Ramadhan Sabtu, 12 Juni 2021 | 15:08 WIB

Preman Mending Pensiun, Polrestabes Bandung Siap Main Tegas
ILUSTRASI-Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Adi Benny Cahyono bersama Komandan Kodim 0611 Garut Letkol Czi Deni Iskandar menunjukkan barang bukti milik preman di Markas Polres Garut, Senin (31/5/2021). [ANTARA/Feri Purnama]

Satreskrim Polrestabes Bandung pun memang terus mencegah dan menindak adanya tindakan premanisme.

SuaraJabar.id - Perang terhadap aksi premanisme bakal digulirkan di seluruh daerah di Indonesia. Mabes Polri akan mengirim surat untuk kepolisian di seluruh Indonesia untuk menggelar operasi premanisme.

Menanggapi hal ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung siap menindak tegas aksi premanisme yang kerap mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang mengatakan telah memerintahkan kepada para anggotanya melaksanakan instruksi tersebut sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Untuk tindakan premanisme, tanpa instruksi pak Kapolri sekalipun juga, ya bapak Kapolrestabes, dan pak Kapolda juga selalu mengingatkan kepada jajarannya untuk menindak tegas," kata Adanan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021).

Menurutnya tindakan premanisme kerap meresahkan masyarakat bila terus dibiarkan. Sejauh ini Satreskrim Polrestabes Bandung pun memang terus mencegah dan menindak adanya tindakan premanisme.

Baca Juga: Lembang Masih Diserbu Wisatawan meski Bandung Barat Zona Merah

Di Kota Bandung sendiri sebelumnya terjadi aksi premanisme di kawasan Gedebage yang melibatkan dua orang preman dan teknisi yang sedang melakukan perbaikan fasilitas publik.

Saat itu pihaknya melalui Unit Reskrim Polsek Gedebage langsung melakukan pencarian kepada pelaku-pelaku yang wajahnya telah tersebar di media sosial.

Menurut Adanan, hal itu menjadi contoh bahwa negara telah hadir untuk menindak aksi premanisme. Kedua preman tersebut akhirnya diringkus oleh polisi karena diduga melakukan pemerasan dan pengancaman.

"Khususnya yang viral di Gedebage, itu berhasil kita ungkap, dan kita lakukan tindakan tegas, negara tidak boleh kalah dengan premanisme," kata Adanan.

Sebelumnya Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Irjen Pol Argo Yuwono memastikan polisi akan menindak preman-preman di seluruh daerah Indonesia dengan melakukan operasi premanisme.

Baca Juga: Pelaku Pungli Ditangkapi usai Jokowi Lapor, Iwan Fals: Omongannya Ampuh

Menurut Argo tindakan itu dilakukan setelah Polri meringkus 49 preman yang biasa memalak sopir-sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait