facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral TKI Sakit hingga Muntah Darah di Malaysia, Istri: Kondisinya Sulit

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 16 Juni 2021 | 11:03 WIB

Viral TKI Sakit hingga Muntah Darah di Malaysia, Istri: Kondisinya Sulit
Wawang Supriatin menunjukan foto dirinya bersama suaminya, Endik Sopandi, salah seorang TKI ssal Lembang, Bandung Barat yang dikabarkan sakit dan ingin pulang ke kampung halamannya. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

"Masih sering komunikasi sama bapak, pinjam handphone punya tetangga soalnya saya enggak punya (hp)," kata sang istri.

Endik menyebut dirinya bekerja sebagai TKI di Malaysia sejak 2015 silam hingga saat ini. Namun beberapa bulan belakangan ia tak lagi dapat bekerja lantaran kondisi kesehatannya kian menurun setiap hari.

Ketika memutuskan untuk menjadi TKI atau kini disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI), ia mengaku harus membayar sebesar 38 ribu ringgit atau sekitar 12 juta kepada sebuah agen.

Endik pun diberangkatkan dengan wilayah tujuan Langkawi, Malayasia. Di sana, ia bekerja sebagai sopir di salah satu usaha pencucian kendaraan. Endik hanya bertahan 1,5 tahun lantaran tak betah dengan pekerjaannya.

"Lalu melarikan dari pekerjaan di Langkawi karena enggak tahan. Bekerja hanya dikasih makan sehari sekali. Itu juga hanya mie bukan nasi," ungkap Endik.

Baca Juga: Viral, Perempuan di Depok Jadi Korban Pelecehan Seksual Saat Gowes Sepeda

Tanpa arah dan tujuan di negeri orang, Endik terus berjalan. Bertanya sana sini ia kemudian diarahkan ke daerah Johor Baru yang tak lain merupakan lokasi keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Dalam hatinya, Endik ingin melaporkan nasib pahit yang dialaminya. Namun ia gak berani. Meski begitu, ia memutuskan menginap selama di Johor Baru. "Lalu ketemu orang dari Jawa yang kerja di perkebunan kelapa sawit Pahang akhirnya saya diajak dan ikut kerja di sana," sebut Endik.

Singkat cerita, Endik bertahan sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit selama 4,5 tahun dengan upah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari. Pekerjaannya yang berat ternyata menimbulkan dampak buruk pada kesehatannya.

Dirinya mengalami urat kejepit hingga memaksanya cuti bekerja selama kurang lebih enam bulan. Selama itu pula, ia berutang pada rumah makan di tempatnya bekerja.

"Saya engga bisa kerja karena muntah darah setiap hari. Ke pengurus, aparat pemerintah saya minta tolong untuk dipulangkan. Saya engga punya biaya, engga punya dokumen hanya KK dan KTP," keluhnya.

Baca Juga: Dinyinyirin Kerja Jadi Pelayan, Pria Pamer Bisa Beli Apartemen dan Barang Mewah

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait