alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bocah 7 Tahun Rawat Sendiri Ibunya yang Terkena Gangguan Jiwa

Ari Syahril Ramadhan Kamis, 24 Juni 2021 | 18:05 WIB

Bocah 7 Tahun Rawat Sendiri Ibunya yang Terkena Gangguan Jiwa
Tim LPAI Indramayu bersama Sinta, bocah 7 tahun yang menjaga ibunya seorang diri di Kroya. [Ayotasik.com/Istimewa]

Nani dan Sinta selama ini tidak memiliki dokumen kependudukan apapun. Hal itulah yang membuat keduanya terkendala dalam menerima program bantuan pemerintah.

SuaraJabar.id - Tak seperti kebanyakan anak-anak seumurannya, Sinta Murni, anak perempuan berusian tujuh tahun ini tak pernah merasakan pendidikan sekolah.

Jangankan bersekolah, warga Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu ini juga tak bisa bermain dengan anak-anak seusianya.

Waktunya habis untuk berjuang merawat ibunya yang yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Semua kebutuhan sang ibu yang bernama Nani (37 tahun )termasuk makan, menjadi tanggung jawabnya. Sementara ayahnya, tidak diketahui keberadaannya.

Sinta dan ibunya tinggal berdua di rumah mereka yang tidak layak huni. Rumah tersebut berukuran sekitar 4 x 5 meter.
Dinding rumah itu hanya seperempat bagiannya saja yang terbuat dari bata, sedangkan sisanya dari bilik bambu. Lantai rumahnya pun masih berupa tanah. Ibu dan anak itu tidur hanya beralaskan tikar tanpa kasur yang layak.

Baca Juga: Viral Lempari Kaca Sekolah, Lima Bocah SD di Lampung Kini Tak Jadi Tinggal Kelas

Kondisi di dalam rumah terlihat berantakan, dengan penerangan yang seadanya. Untuk kebutuhan makan sehari-hari, Sinta dan Nani kerap dibantu oleh tetangga yang peduli terhadap nasib keduanya. Sesekali, Nani mencari rongsokan untuk dijual.

Sinta lah yang menemaninya dalam mencari barang-barang bekas tersebut. Terkadang, Sinta yang justru harus sendirian bekerja mencari makan untuk kebutuhannya dan ibunya.

Kondisi yang dialami Sinta dan ibunya kemudian menggerakkan tim dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) untuk turun tangan. Dengan ditemani petugas motekar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Indramayu, tim mengunjungi tempat tinggal ibu dan anak tersebut.

"Kami prihatin dengan kondisi Sinta. Ibunya dalam kondisi agak depresi," kata Koordinator Lapangan LPAI Indramayu, Adi Wijaya, dilansir Ayotasik.com-jejaring Suara.com, Kamis (24/6/2021).

Adi mengungkapkan, dari informasi yang diperolehnya, Nani menikah secara agama dan tidak pernah menikah secara resmi di kantor urusan agama (KUA).

Baca Juga: 2 Bocah Tenggelam di Pantai Tiram Padang Pariaman, Kakak Meninggal dan Adik Masih Dicari

Nani dan suaminya kemudian dikaruniai tiga orang anak. Kedua anak mereka dikabarkan dibawa oleh sang ayah entah kemana. Sedangkan Sinta tetap tinggal bersama ibunya sejak tiga tahun terakhir. Kehidupan sehari-harinya sangat memprihatikan dan serba kekurangan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait