alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kota Bandung Siap Tarik Rem Darurat, Lockdown?

Ari Syahril Ramadhan Jum'at, 25 Juni 2021 | 18:40 WIB

Kota Bandung Siap Tarik Rem Darurat, Lockdown?
Polisi melakukan penutupan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/6/2021). [ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi]

Dengan adanya pengetatan di Kota Bandung diharapkan membuat wisatawan berpikir ulang untuk berkunjung.

SuaraJabar.id - Kota Bandung bersama Kabupaten Bandung menjadi dua daerah yang menyandang status zona merah atau risiko tinggi penyebaran COVID-19 di Jawa Barat pekan ini.

Menekan penyebaran COVID-19, ibu kota Provinsi Jawa Barat ini pun siap menarik rem darurat. Salah satunya dengan meningkatkan pengawasan aturan penanganan COVID-19.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyikapi label kewaspadaan Kota Bandung yang masuk ke zona merah.

"Sekarang pengawasan harus ditingkatkan terus. Alhamdulillah selama ini saya keliling di aparat kewilayahan dengan aparat TNI-Polri kompak untuk lakukan pengawasan," ucap Yana di Balai Kota Bandung, Jumat (25/6/2021).

Baca Juga: Pelaku Usaha di Destinasi Wisata Sleman Sudah Tervaksin, Dinkes Sebut Berwisata Belum Aman

Yana menuturkan, regulasi terakhir yaitu Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 61 Tahun 2021 sudah memuat langkah penanganan untuk mengantisipasi risiko di zona merah. Meski ketika aturan itu dibuat, Kota Bandung masih berada di zona oranye.

Untuk itu, sambung Yana, ketika Kota Bandung saat ini berada di level kewaspadaan zona merah, maka tinggal meningkatkan pengawasannya saja. Karena sejumlah aturannya sudah disesuaikan.

"Memang sebetunya pada saat kemarin kita ratas (rapat terbatas), skor risiko kita di angka 1,81. Jadi 0,01 lagi sudah masuk ke zona tinggi atau zona merah. Makanya kemarin di ratas, semua regulasi yang dikeluarkan sudah relatif untuk zona merah," bebernya.

"Sekarang skor kita di 1,72 jadi sudah turun lagi akhirnya kita masuk ke zona risiko tinggi," imbuh Yana.

Salah satu yang antisipatif yaitu penutupan tempat hiburan dan tempat wisata. Termasuk pembatasan di sektor ekonomi dengan memperketat kapasitas dan waktu operasional hanya sampai pukul 19.00 WIB.

Baca Juga: Pengrajin Peti Mati Kelimpungan saat Covid Meroket, Banjir Orderan Tapi Stok Kayu Sedikit

Tak ketinggalan pula restoran dan rumah makan yang hanya diperkenankan memberikan layanan pesan antar. Kemudian kolaborasi dengan Polrestabes Bandung menutup sejumlah ruas jalan di jam-jam tertentu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait