Kemudian, Ubaidilah pun melaporkan penemuan tulang tengkorak kepala manusia itu kepada pihak aparat pemerintah setempat. Hal itu untuk memastikan bahwa penemuan tersebut benar tulang manusia yang sudah membusuk.
“Karena penasaran, saya pun menemukan juga bagian kepala korban tergantung dan sudah terlihat tulang tengkoraknya,” kata Ubaidilah.
Sementara itu, Dudung yang merupakan anggota Tagana wilayah Nanggewer mengatakan, setelah menerima laporan dari warga pada sore harinya, ia pun langsung melaporkan kepada pihak Polres Ciamis terkait penemuan tengkorak kepala manusia yang tergantung tersebut.
“Dipastikan yang tergantung itu merupakan kerangka manusia. Sehingga pada malam hari sekitar pukul 19-00 WIB, tim dari Inafis Polres Ciamis bersama dengan Puskesmas Baregbeg melakukan evakuasi tulang bagian badan dan tengkorak kepala yang terpisah,” terangnya.
Baca Juga:Perempuan Korban Pembunuhan di Rumah Kost Pinrang Disebut Perawat Rumah Sakit
Lanjut Dudung, guna pemeriksaan lebih lanjut, tulang dan tengkorak kepala yang terpisah itu dibawa ke RSUD Ciamis oleh pihak kepolisian Polres Ciamis. Hal untuk untuk memastikan apakah jasad yang sudah tinggal tulang itu merupakan korban pembunuhan atau memang bunuh diri.
Dudung menyebutkan, dugaan sementara jasad tersebut merupakan korban pembunuhan.
“Di lokasi penemuan tulang dan tengkorak kepala manusia tidak menemukan identitasnya. Hanya sepasang sandal jepit. Kami menduga sandal tersebut milik korban," katanya.
Ia menambahkan, Polres Ciamis yang berhak menentukan apakan penemuan ini merupakan korban pembunuhan atau murni bunuh diri.
Baca Juga:Punya Aura Mistis, Batu Goong Ini Tak Bisa Dipindahkan sejak Zaman Penjajahan