alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Miris, Kelurahan Baru Respon Pasien COVID-19 Isoman Meninggal Setelah Ditelepon Sosok Ini

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 04 Juli 2021 | 18:34 WIB

Miris, Kelurahan Baru Respon Pasien COVID-19 Isoman Meninggal Setelah Ditelepon Sosok Ini
ILUSTRASI-Petugas Perhubungan Cilandak mengevakuasi jenazah warga positif COVID-19 menggunakan mobil dinas di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (30/6/2021).

Kedua pasien positif COVID-19 yang meninggal saat isoman itu dimakamkan di pemakaman umum milik warga.

SuaraJabar.id - Pasien positif COVID-19 yang meninggal ketika menjalani isolasi mandiri atau isoman kembali terjadi. Kali ini dua orang warga Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya meninggal dalam rumah setelah kurang lebih satu pekan menjalani isoman.

Dua pasien COVID-19 yang meninggal pada Sabtu (3/6/2021) itu merupakan adik dan kakak. Keduanya tinggal dalam satu rumah yang sama.

Ketua RW setempat, Edi Junaedi mengatakan, 2 warganya yang meninggal mengalami gejala panas dingin. Mereka kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah dan setelah dilakukan pemeriksaan swab ternyata ke 2 nya positif COVID-19.

“Yang pertama meninggal kakaknya sekira pukul 14.00 WIB. Selang satu jam kemudian adiknya meninggal juga,” ujar Edi, Sabtu (3/7/2021) malam.

Baca Juga: Rekor Baru Lagi, 27.233 Orang Positif Covid-19 Hari Ini

Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kelurahan tapi belum ada tanggapan. Begitupun saat adiknya yang meninggal sekira satu jam setelah kakaknya meninggal juga belum ada tanggapan. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke salah seorang anggota DPRD Kota Tasikmalaya.

“Awalnya pihak kelurahan belum menanggapi. Namun, setelah dihubungi anggota dewan baru merespon. Saat ini petugas dari BPBD dan dinas kesehatan sudah ada mengurus jenazah kakak adik ini,” ucapnya.

Ia menuturkan, korban yang meninggal adalah YA (51) dan AT (45) tinggal bersama 4 anggota keluarga lainnya yang juga terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini keluarga sudah dibawa petugas ke rumah sakit untuk menjalani isolasi dan perawatan.

“Saya harap pemerintah melakukan pemeriksaan atau tes swab kepada keluarga korban dan warga sekitar agar masyarakat tidak resah serta mengetahui kondisi kesehatannya.” kata dia.

Edi menambahkan, petugas berpakaian hazmat membawa 2 buah peti mati untuk pemularasaan 2 jenazah kakak dan adik tersebut dengan protokol kesehatan pemulasaraan COVID-19.

Baca Juga: Setelah Bear Brand, Warga Kota Tangerang Antre Beli Vitamin C, Apotek Penuh

“Korban sudah dimakamkan di pemakaman umum milik warga,” tambah dia.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait