Heboh RS Tolak Pasien COVID-19 dengan Alasan Penuh, Begini Nasibnya Sekarang

Pengumuman ini membuat geram Bupati Cianjur Herman Suherman. Ia kemudian menegaskan akan mencabut izin RS yang menolak pasien COVID-19.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 07 Juli 2021 | 15:53 WIB
Heboh RS Tolak Pasien COVID-19 dengan Alasan Penuh, Begini Nasibnya Sekarang
RSDH Cianjur. Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan akan mencabut izin RS itu karena menolak pasien COVID-19. [Antara]

SuaraJabar.id - Rumah Sakit Dokter Hafidz (RSDH) Cianjur membuat penguman jika mereka tidak menerima pasien COVID-19 dengan alasan ruang isolasi sudah terisi penuh.

Pengumuman tersebut dibuat RSDH Cianjur dalam grafik sosialisasi yang mereka terbitkan.

“Sehubungan dengan peningkatan jumlah pasien Covid-19 dan keterbatasan kapasitas, maka kami informasikan sesuai kondisi saat ini: IGD Covid-19 RSDH Cianjur saat ini terisi penuh. Belum dapat menerima pasien baru yang terkonfirmasi COVID-19 hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Namun IGD Non-COVID-19 tetap membuka pelayanan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” demikian isi sosialisasi tersebut.

Pengumuman ini membuat geram Bupati Cianjur Herman Suherman. Ia kemudian menegaskan akan mencabut izin RS yang menolak pasien COVID-19.

Baca Juga:Obat Interleukin-6 Diklaim Bisa Cegah Kematian Pasien Covid-19, Ini Pendapat Ahli

“RSDH kalau masih tidak menerima pasien COVID-19, akan kami cabut izinnya. Tapi, katanya sudah siap mereka,” ujar Herman di Pendopo Cianjur, belum lama ini.

Sementara itu, pihak RSDH Cianjur masih belum memberikan keterangan terkait hal tersebut. Ketika Cianjur Today-jejaring Suara.com melakukan upaya konfirmasi, pihak RSDH masih belum bisa ditemui ataupun dihubungi.

Sementara itu, Ketua PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Cianjur, Dika Muhammad Rifai mengatakan, pihak RSDH Cianjur seharusnya memberikan solusi kepada pasien, agar tidak kebingungan.

“Jadi kalau memang benar-benar penuh, seharusnya pihak RSDH Cianjur dengan senang hati memberikan alternatif kepada pasien. Sehingga pasien tidak kebingungan, kalau begini seolah-olah menghindari pasien,” jelas dia.

Dika mengungkapkan, rumah sakit memang harus bekerja ekstra dalam menghadapi pandemi ini. Namun, tetap jangan sampai membuat masyarakat memberikan stigma negatif terhadap dunia kesehatan.

“Banyak teori aneh yang berseliweran, jangan sampai hal kayak gini membuat masyarakat berpikiran miring terhadap rumah sakit. Di tengah kondisi darurat seperti ini rumah sakit harus bisa melayani pasien tanpa ada diskriminasi,” tandas dia.

Baca Juga:PPKM Darurat Disebut Bikin Harga Cabai Rawit Semakin Pedas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak