Setelah berjalan, korban merasa curiga karena saat tiba di perempatan pasar pelaku justru belok ke kiri yang mana menuju arah Manganti.
Padahal, kantor Polsek Langensari arahnya ke kanan menuju Banjar via jalur pengairan.
Benar saja, tidak jauh dari perempatan pasar pelaku meminta korban turun, namun anaknya menolak permintaan itu.
Agar warga sekitar tidak mengetahui aksinya itu, pelaku pun langsung bergegas membawa korban ke arah Manganti.
Baca Juga:Pemkot Balikpapan Buka Opsi Buka Tenda Dirikan Rumah Sakit Darurat, Begini Syaratnya
“Saat tiba di sekitar pabrik wajan sebelum perbatasan Banjar-Ciamis, pelaku kembali meminta anak saya turun, tapi tetap menolak hingga terjadi perkelahian satu lawan satu,” imbuhnya.
Karena anaknya masih remaja dan secara fisik masih belum mumpuni, sehingga kalah duel dengan pelaku yang menyamar anggota Satgas itu. Bahkan korban dilemparkan ke sawah dan motornya pun dibawa kabur.
Setelah kejadian itu, korban pun langsung menelpon Maman untuk memberitahu kejadian tersebut.
Berdasarkan penuturan anaknya, postur tubuh pelaku besar, memakai masker, bertato pada bagian kaki kanan dan kiri serta menggunakan jaket merah.
Sedangkan pelaku satunya lagi bertubuh kecil serta memakai kaos warna hitam.
Baca Juga:Beri Contoh Warga, Tim Satgas Covid-19 Batalkan Musyawarah BKMT Kepri
Atas kejadian ini, Maman pun sudah melaporkannya ke kepolisian setempat agar segera terungkap, apalagi ini sangat meresahkan masyarakat.