alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mancing Mania Dilarang ke Muaragembong, Nekat Bakal Dibubarkan

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 11 Juli 2021 | 14:37 WIB

Mancing Mania Dilarang ke Muaragembong, Nekat Bakal Dibubarkan
ILUSTRASI memancing. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

"Larangan memancing ini bukan hanya berlaku untuk warga kami namun juga warga luar yang kerap datang ke sini untuk memancing," kata Camat Muaragembong.

SuaraJabar.id - Daerah muara Sungai Citarum di Muaragembong dikenal sebagai salah satu spot mancing favorit. Namun selama masa PPKM darurat, aktivitas memancing spot favorit para mancing mania itu dilarang total.

Selain larangan memancing, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, juga membatasi aktivitas nelayan selama PPKM Darurat.

"Kami pastikan di daerah kami yang notebene wilayah pesisir ikut menjalankan aturan dan ketentuan PPKM Darurat, termasuk menghentikan aktivitas memancing," kata Camat Muaragembong Lukman Hakim, dikutip dari Antara, Minggu (11/7/2021).

Lukman mengatakan telah menginstruksikan segenap aparatur terkait untuk menyosialisasikan hingga menindak warga yang kedapatan melanggar ketentuan PPKM Darurat. Dia meminta segenap warga menaati aturan tersebut.

Baca Juga: Cerita Pedagang Mainan Anak Meraup Cuan di Tengah PPKM Darurat

"Larangan memancing ini bukan hanya berlaku untuk warga kami namun juga warga luar yang kerap datang ke sini untuk memancing," katanya.

Sebelum masa PPKM Darurat, kata dia, banyak warga baik lokal maupun pendatang yang sengaja datang untuk memancing di wilayahnya. Aktivitas itu menimbulkan kerumunan yang berpotensi dapat menyebarkan COVID-19.

"Bisanya setiap akhir pekan baik kemarin maupun hari ini (Minggu) itu selalu ramai dikunjungi para pemancing. Petugas akan langsung membubarkan bilamana melihat aktivitas tersebut," katanya.

Lukman mengatakan selama setahun lebih pemerintah mengumumkan pandemi COVID-19, wilayahnya selalu berada di zona hijau penyebaran virus corona.

"Baru pekan ini, kita masuk zona kuning setelah hampir dua tahun pandemi. Kita selalu berada di zona hijau sebelumnya. Kita ingin, Muaragembong segera kembali menjadi hijau," ucapnya.

Baca Juga: Lurah Pancoran Mas Depok Dipecat karena Nekat Gelar Hajatan di Hari Pertama PPKM Darurat

Pihaknya juga melakukan pembatasan mobilitas kepada nelayan yang setiap hari melaut, bukan untuk memutus mata pencaharian mereka melainkan semata demi keselamatan dan kesehatan warga.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait