Saluran Irigasi Peniggalan Belanda Berusia 100 Tahun Lebih di Bandung Rusak Parah

Irigasi sepanjang 5.800 meter yang diandalkan warga untuk mengairi sawah itu merupakan peninggalan zaman Belanda yang dibangun sekitar tahun 1908.

Ari Syahril Ramadhan
Rabu, 14 Juli 2021 | 15:28 WIB
Saluran Irigasi Peniggalan Belanda Berusia 100 Tahun Lebih di Bandung Rusak Parah
Kondisi saluran irigasi yang menjadi andalan warga untuk mengairi ratusan hektar sawah di di Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Bukan tanpa upaya, saluran irigasi Leuwi Gede selalu diperbaiki sesuai kondisi dengan peralatan seadanya oleh warga dan desa. Namun lantaran tak maksimal akhirnya irigasinya rusak lagi dan lagi.

"Apalagi kalau musim hujan, otomatis kan aliran air semakin deras. Bebas irigasinya pun semakin berat," ujarnya.

Dikatakan Engkus, irigasi Leuwi Gede sangat diandalkan warganya. Sekitar 80-90 persen mengandalkan pengairan dari irigasi zaman Belanda itu. Baik untuk pertanian dan resapan sumur.

Menurut pegiat sejarah, David Riksa Buana, irigasi Leuwi Gede dibangun tahun 1908 oleh NV. Cultuur My, yang merupakan perkebunan milik swasta Belanda yang pada tahun 1911 menggabungkan produksinya dengan kebun Palasari dan Tjiisalobak.

Baca Juga:Polisi Temukan Bercak Darah di Kamar Dede

Pada Tahun 1948 NV Cultuur My beralih kepemilikannya menjadi milik GLB (Gubernemen Landbouw Bedrijt) dan tahun 1958 nasionalisasi menjadi milik Pemerintah Republik Indonesia dengan nama perusahaan Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) lama.

"Lalu menjadi PPN baru dan tahun 1971 berubah lagi menjadi Perusahaan Perseroan, PT Perkebunan XII yang berkedudukan di Bandung," terang David.

Kemudian, tahun 1982 Perkebunan Montaya digabungkan dengan Perkebunan Rongga yang sama-sama dimiliki PTP XII yang berada di wilayah Kecamatan Gunung Halu.

Pada 11 Maret 1996 PTP XII dilebur bersama PTP XI dan PTP XIII menjadi PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII)

Setelah Pabrik CTC Ciharendong berhenti pada akhir tahun 90 han, saluran irigasi Leuwi Gede berfungsi untuk mengairi pesawahan 374 hektare dan memenuhi kebutuhan air permukaan untuk berbagai kaperluan masyarakat Desa Cibedug.

Baca Juga:Penutupan Jalan di Cimahi dan KBB Diperluas, Ini Daftar Lengkapnya

"Dengan jumlah KK (kepala keluarga) sebanyak 2.237 dan jumlah jiwa sebanyak 6.784 orang," ucapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak