Viral Tunanetra Didenda karena Masker Melorot, Perekam Video: Saya Minta Maaf

Perekam video mengetahui jika petugas yang melakukan penindakan terhadap pelanggar aturan PPKM Darurat harus sesuai dengan prosedur.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 20 Juli 2021 | 10:38 WIB
Viral Tunanetra Didenda karena Masker Melorot, Perekam Video: Saya Minta Maaf
Evi Widianti, pembuat video viral seorang pria tunanetra di Kota Banjar yang didenda Rp50 ribu, saat menyampaikan klarifikasi. [HR Online]

SuaraJabar.id - Sebuah video yang menampilkan seorang pria tunanetra didenda akibat kedapatan menggunakan masker yang tak menutupi hidung sempat viral di jejaring media sosial.

Kekinian, video itu diketahui direkam di daerah Kota Banjar, Jawa Barat oleh seorang warga bernaa Evi Widianti.

Ia menyampaikan klarifikasi tentang kebenaran video yang ia unggah kepada media sosial hingga viral tersebut.

Ia mengaku merekam video viral tersebut, lalu mengupload-nya karena merasa kasihan terhadap Ahmad Ruhiyat alias Ujang.

Baca Juga:Potret Ksatria Baja Hitam dengan Tunggangan Motor Barunya, Kok Malah Downgrade?

Ujang dikabarkan didenda Rp 50 ribu. Penyebabnya, karena Ujang menggunakan masker di bawah hidung.

“Saya mau minta maaf kepada petugas PPKM atas video yang saya unggah tentang Ujang atau Ahmad Ruhiyat yang kena palak Rp50 ribu. Tidak ada maksud saya untuk menjelek-jelekan petugas atau lainnya,” ungkap Evi Widianti, pembuat video viral tunanetra saat memberikan klarifikasi di Pendopo Banjar, Senin (19/07/2021).

Pria tunanetra didenda Rp 50 ribu. (Instagram/memomedsos)
Pria tunanetra didenda Rp 50 ribu. (Instagram/memomedsos)

Ia pun menyadari bersalah atas peristiwa tersebut. Selain itu, Evi juga mengetahui jika petugas yang melakukan penindakan terhadap pelanggar aturan PPKM Darurat harus sesuai dengan prosedur.

“Karena saya juga tahu itu memang salah, dan kalau petugas penindak itu harus pakai surat serta ikut sidang. Saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semuanya, saya tidak ada niat menyudutkan dari pihak petugas. Karena itu juga kemarin saya sengaja bikin video lantaran rasa kemanusiaan. Tidak ada maksud yang lain,” bebernya.

Evi juga meminta agar semua yang telah menyebarkan video tersebut supaya menghapusnya dan tidak memperpanjang lagi.
Karena kenyataannya tidak seperti itu, dan bukan kesalahan dari petugas PPKM.

Baca Juga:Duh! Dijaga Petugas, Penyekatan PPKM Darurat di Jalan Ini Pengendara Masih Bebas Masuk

“Mohon cukup sampai di sini, dan tolong jangan dibesar-besarkan lagi. Untuk yang sudah memposting juga tolong supaya menghapus videonya,” kata Evi.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video menampilkan seorang pria tunanetra yang mengaku dirinya terkena razia masker viral di jejaring media sosial.

Pria tersebut mengaku didenda lantaran menggunakan masker di bawah hidung.

Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @memomedsos, Sabtu (18/7/2021).

Dalam video tersebut, seorang wanita bertanya dengan pria itu. Wanita itu bertanya kepada pria tersebut terkait razia masker.

Berdasarkan video tersebut, seorang wanita bertanya kepada pria tunanetra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak