alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tolak PPKM Darurat, Ojol dan Pemuda Bandung Minta Koruptor Bansos Dihukum Mati

Ari Syahril Ramadhan Rabu, 21 Juli 2021 | 13:46 WIB

Tolak PPKM Darurat, Ojol dan Pemuda Bandung Minta Koruptor Bansos Dihukum Mati
Massa gabungan driver ojol dan Pemuda Literasi Bandung menggelar aksi tolak PPKM Darurat di depan Balai Kota Bandung, Rabu (21/7/2021). [Tangkapan Layar]

Massa aksi tolak PPKM Darurat ini meminta Wali Kota Bandung dan jajarannya diperiksa terkait penggunaan dana penanganan pandemi COVID-19.

SuaraJabar.id - Sejumlah pengemudi ojek online atau ojol dan sekelompok orang yang tergabung dalam Literasi Pemuda Bandung menggelar aksi unjuk rasa menolak PPKM Darurat.

Aksi unjuk rasa digelar di Balaikota Bandung, Jalan Watukencana, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021).

Dalam aksinya, mereka menuntut sejumlah hal, di antaranya meminta pemerintah untuk transparansi terkait dengan anggaran untuk penanganan Covid-19.

Mereka juga meminta BPK dan KPK untuk memeriksa dugaan korupsi anggaran covid-19 mulai dari Wali Kota dan Sekda Kota Bandung hingga ke jajaran kepala dinas, kabid, dan kasie.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Gibran: Mohon Maaf Warga Solo

Hal itu dilatarbelakangi karena menurut mereka instrumen korupsi tidak bisa sendiri harus melibatnya pejabat tinggi sampe kasie esselon empat.

Dalam aksi itu, mereka menganggap jika penerapan PPKM Darurat, itu tidak berjalan sukses, melainkan gagal dan sama sekali tidak berhasil.

Mereka pun meminta pemerintah untuk mengevaluasi penerapan PPKM Darurat.

Tuntutan lainnya, yakni terkait dengan pembungkaman warga sipil di kota Bandung dengan adanya peraturan Wali Kota Bandung yang tidak pro rakyat.

Kemudian mereka juga menuntut pemerintah kudu mengidentifikasi dan usut tuntas 196 jenazah TPU cikadut yang digali kembali dikarenakan tenyata non reaktif Covid-19.

Baca Juga: Dilarang Masuk! Cerita Warga Lenteng Agung Tutup Gang Kampungnya Pakai Pot-pot Bunga

Mereka juga menyatakan jika Ketua Gugus tugas Covid-19 telah gagal menjalankan tugasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait