alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Indonesia Punya Varian Lokal Covid-19, Begini Penjelasan Kemenkes

Chandra Iswinarno Rabu, 28 Juli 2021 | 20:56 WIB

Indonesia Punya Varian Lokal Covid-19, Begini Penjelasan Kemenkes
Ilustrasi pandemi Covid-19 di dunia. [Suara.com/Eko Faizin]

Pada saat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia yang diduga karena penularan Virus Corona varian Delta, pemerintah melaporkan adanya varian 'lokal'.

SuaraJabar.id - Pada saat melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia yang diduga karena penularan Virus Corona varian Delta, pemerintah melaporkan adanya varian lokal.

Laporan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi pada Rabu (28/7/2021).

Meski begitu varian 'lokal' dengan nama B.1466.2 telah dilaporkan ke organisasi kesehatan dunia (WHO). Kekinian varian tersebut masuk ke dalam kelompok Alert For Further Monitoring dan pemantauan WHO.

"Indonesia melaporkan varian lokal dengan nama B.1466.2 yang saat  ini masuk ke dalam alert WHO untuk pemantauan lebih lanjut," ujarnya seperti dilansir dari Suara.com.

Baca Juga: Ini Jenis Masker yang Dinilai Lebih Efektif Melindungi dari Covid-19 Varian Delta

Dia juga mengatakan, varian tersebut masih belum ditetapkan WHO.

"(Varian B.1446.2) Belum ditetapkan WHO. ini baru monitor saja ini tidak masuk VOC (Varian of Interest) ataupun VOI (Varian Of Concern)," katanya.

Lebih lanjut disampaikan Nadia, sampel pertama pada pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) varian B1446.2 dilaporkan ada di Indonesia sejak 2020. Hingga saat ini ditemukan sudah ditemukan 923 kasus.

"Sampai saat ini ada 923 kasus sejak November 2020," ucap Nadia.

Untuk diketahui, beberapa varian Corona berbahaya yang sudah masuk Indonesia adalah varian Corona Delta (B1617.2), Delta Plus (AY.1), varian Alpha (B117), varian Beta (B1351).

Baca Juga: Covid-19 Varian Delta Terkonfirmasi Masuk China

Untuk diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 47.791 orang pada Rabu (28/7/2021). Sehingga, total kasus menembus 3.287.727 orang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait