Nganggur selama PPKM, Pedagang di Gunung Galunggung Terpaksa Ngutang untuk Makan

Sedikitnya ada 160 mitra yang bergantung pada kehidupan aktivitas wisata di Galunggung.

Ari Syahril Ramadhan
Senin, 09 Agustus 2021 | 18:40 WIB
Nganggur selama PPKM, Pedagang di Gunung Galunggung Terpaksa Ngutang untuk Makan
Suasana di Gunung Galunggung yang sepi wisatawan sejak ditutup selama PPKM. [Ayotasik.com]

SuaraJabar.id - Pedagang di kawasan wisata Gunung Galunggung Kabupaten Tasikmalaya harap-harap cemas menunggu kepastian dilanjutkan atau tidaknya kebijakan PPKM oleh Pemerintah Pusat.

Mereka sendiri sudah sebulan lebih tak berjualan semenjak objek wisata Gunung Galunggung ditutup selama PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.

Mereka berharap bisa kembali berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka mengaku tidak memiliki penghasilan selain berjualan di kawasan objek wisata Gunung Galunggung.

"Selama PPKM objek wisata tutup dan warung-warung secara otomatis tutup karena tidak ada pengunjung. Selama tutup ya nganggur, Pak. Untuk makan sehari-hari, apa saja dikerjakan kadang pinjam ke tetangga," ujar Undang, Senin, (9/8/2021).

Baca Juga:Link Live Jokowi Umumkan PPKM Level 4 Diperpanjang Atau Tidak

Menurutnya, rata-rata para pedagang di objek wisata Gunung Galunggung bergantung pada hasil jualan. Jika objek wisata tutup, tidak ada penghasilan lagi.

Terlebih selama ditutup, banyak makanan yang kedaluwarsa sehingga terpaksa dibuang.

"Banyak makanan yang kedaluwarsa selama tutup. Apalagi dijarah kawanan monyet yang lapar. Habis, Pak barang dagangan," ucapnya.

Senada denga pedagang lainnya, Permana (34) mengatakan, barang dagangan yang kedaluwarsa miliknya mencapai satu karung. Ia terpaksa membuangnya karena kalau dipaksakan dijual bisa membahayakan konsumen.

"Saya harap Galunggung ini segera dibuka lagi. Pendapatan saya hanya dari dagang di sini (Galunggung)," ujarnya.

Baca Juga:Untuk Pemerintah, Ini Catatan Epidemiolog Sebelum PPKM Level 4 Diperpanjang

Pengelola Objek Wisata Galunggung Belum Berani Buka Cluster Manajer objek wisata Gunung Galunggung Dudung Suhaeri mengatakan, sedikitnya ada 160 mitra yang bergantung pada kehidupan aktivitas wisata di Galunggung.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak