Awas! Tren Ikoy-ikoyan Punya Dampak Buruk, Arief Muhammad: Jadi Tak Terkendali

"Gue nggak peduli juga, gue bikin ini bukan untuk tren juga. Gue kepengin aja main berbagi kepada followers," ungkap Arief Muhammad menanggapi tren ikoy-ikoyan.

Ari Syahril Ramadhan
Kamis, 12 Agustus 2021 | 20:11 WIB
Awas! Tren Ikoy-ikoyan Punya Dampak Buruk, Arief Muhammad: Jadi Tak Terkendali
Nissan March Arief Muhammad. [Youtube]

"Sebagai imbal jasa atas apa yang dilakukan orang lain, ada yang membuat menjadi tenar, menambah followers dan membangun image positif dan atau membeli kesetiaan," katanya memberikan contoh.

Menurut Kasandra, tren ikoy-ikoyan itu tergantung dari motif dan cara untuk melakukannya. Sebab, hal ini akan merefleksikan profil psikologis, baik inteligensi dan kepribadian seseorang.

"Dengan meyakini prinsip law of attraction, kita akan memetik apa yang kita tanamkan. Berbagi karena pamrih, atau memang karena mengasihi sesama," ujarnya.

Selain Kasandra, Psikolog dan founder dari Klinik Psikologi Ruang Tubuh Irma Gustiana A, M.Psi mengatakan bahwa sebaiknya tren ini tidak menjadi kebiasaan di masyarakat.

Baca Juga:Viral Eks Preman Jogja Sujud dan Ucap Takbir Usai Dihadiahi Motor, Sikapnya Banjir Pujian

"Tapi ini nggak boleh jadi kebiasaan sih sebenarnya ya. Jadi artinya kalau memang si influencer atau selebgram ingin menolong ya menolonglah dengan cara yang mungkin proporsional, yang tepat, sehingga tidak salah sasaran," kata Irma.

Irma menjelaskan, tren ini mungkin tidak menimbulkan gejala-gejala yang berisiko mengalami gangguan mental. Namun, hal ini dapat menurunkan karakter seseorang.

"Jadi kalau misalnya dia sekali terus dikasih, besokannya ah nyoba lagi nih sama siapa gitu kan. Terus ternyata mungkin direspon juga. Nanti kan lama-lama jadi kebiasaan. Dan kemudian mental seseorang ini bukan jadi mental yang tangguh gitu. Karena dia merasa bahwa meminta pada seseorang itu adalah jalan keluar," jelasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak