Harga Cabai Rawit Anjlok Lebih dari 70 Persen, Ini Penyebabnya

Mungkin bisa jadi karena faktor cuaca dan banyak yang menanam, ujar seorang penjual cabai rawit di Kota Banjar.

Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 31 Agustus 2021 | 15:52 WIB
Harga Cabai Rawit Anjlok Lebih dari 70 Persen, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI penjual cabai rawit di pasar tradisional. [Suara.com/Wivy]

SuaraJabar.id - Harga cabai rawit di Kota Banjar terpantau mengalami penurunan yang cukup drastis. Cabai rawit dijual di pasar tradisional dengan harga Rp 15 ribu per kilogram.

Turunnya harga jual cabai rawit ini dikeluhkan pedagang di sejumlah pasar tradisional.

Salah satunya Tata, pedagang di sebuah pasar tradisional di Kota Banjar ini mengatakan penurunan harga cabai rawit mecapai lebih dari 50 persen.

“Sudah satu bulan terakhir ini harga cabai rawit di pasar mengalami penurunan. Hanya Rp 15 ribu satu kilogramnya,” ujar Tata, Senin (30/8/2021).

Baca Juga:Harga Daging Ayam dan Telur di Solo Turun, Ini Penyebabnya

Penurunan harga cabai rawit itu, lanjutnya, sangat signifikan. Awalnya, cabai tersebut harganya Rp 50 ribu per kilogramnya.

“Turun drastis sekarang mah. Dari awalnya harga cabai itu Rp 50 ribu, tapi dulu sempat juga harganya naik sampai Rp 120 ribu per kilogram,” tambahnya.

Menurut Tata, penurunan harga cabai itu bisa jadi dipengaruhi oleh faktor cuaca dan banyak orang yang menanam cabai.

“Mungkin bisa jadi karena faktor cuaca dan banyak yang menanam,” ujar dia.

Selain harga cabai rawit yang mengalami penurunan, lanjut Tata, harga jual bawang merah dan bawang putih pun mengalami hal serupa.

Baca Juga:4 Tanaman Buah Cepat Panen Tanpa Ribet, Mana yang Paling Menarik untuk Anda?

Harga bawang putih sama bawang merah juga sama. Tadinya Rp 30 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp 25 ribu per kilogramnya,” paparnya.

Hal serupa diungkapkan pedagang sayur lainnya, Hj. Emeh Sulimah. Ia mengaku harga cabai kini sedang anjlok.

“Cabai rawit harganya lagi anjlok sekarang aja Rp 15 ribu per kilogramnya. Tadinya Rp 50 ribu. Sudah satu bulan anjloknya,” ucap Emeh Sulimah.

Lanjut Emeh, penurunan harga cabai itu berbanding terbalik dengan harga tomat yang mengalami kenaikan harga.

“Tapi yang sekarang lagi mahal itu tomat, per kilonya Rp 18 ribu. Harga biasanya cuma Rp 5 ribu,” tuturnya.

Meski mengalami kenaikan harga, ia tidak mengetahui apa penyebab hal itu bisa terjadi.

“Saya nggak tau apa penyebab kenaikan harganya. Cuma itu terjadi sejak bulan haji kemarin sampi sekarang,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini